Kabar

Musda II SMSI Gorontalo Penuh Haru, Iwan Dije Kenang Peran Fadli Poli

×

Musda II SMSI Gorontalo Penuh Haru, Iwan Dije Kenang Peran Fadli Poli

Sebarkan artikel ini
Irwanto Ahmad 'Iwan Dj' Kembali Pimpin SMSI Gorontalo Periode 2026-2030/Hibata.id
Irwanto Ahmad 'Iwan Dj' Kembali Pimpin SMSI Gorontalo Periode 2026-2030/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Tepuk tangan masih terdengar di dalam ballroom Fox Hotel Gorontalo, Sabtu (13/6/2026).

Para peserta Musyawarah Daerah (Musda) II Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Gorontalo baru saja menyelesaikan salah satu agenda penting organisasi, yakni menetapkan kembali Irwanto Ahmad sebagai Ketua SMSI Gorontalo periode 2026–2030.

Suasana saat itu penuh semangat. Sejumlah peserta saling bersalaman. Senyum dan ucapan selamat mengalir dari berbagai sudut ruangan.

Namun hanya dalam hitungan detik, suasana yang hangat itu berubah menjadi hening.

Irwanto Achmad, yang akrab disapa Iwan Dije, berdiri di depan forum.

Dengan suara yang perlahan melemah, ia mengajak seluruh peserta mengirimkan doa dan membaca Surah Al-Fatihah untuk almarhum Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gorontalo, Fadli Poli, yang belum lama ini berpulang.

Seketika ruangan terdiam.

Tak ada lagi percakapan. Tak ada lagi suara kursi yang bergeser. Para peserta menundukkan kepala.

Mereka larut dalam doa yang dipanjatkan bersama untuk seorang tokoh pers yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting perjalanan dunia jurnalistik di Gorontalo.

Ketika doa selesai, Irwanto mencoba melanjutkan sambutannya.

Namun suaranya tidak lagi sama. Nada bicaranya mulai bergetar.

Baca Juga:  Warga Tongano Raya Gotong Royong Bangun Masjid Al Hikmah di Wakatobi

Beberapa kali ia menarik napas panjang seolah berusaha menahan sesuatu yang sejak awal mengganjal di dadanya.

Di hadapan para pemilik media, wartawan, dan pengurus organisasi pers yang hadir, Irwanto mengaku tidak bisa memisahkan perjalanan SMSI Gorontalo dari sosok Fadli Poli.

Baginya, almarhum bukan sekadar sahabat.

Lebih dari itu, Fadli adalah salah satu orang yang berada di belakang layar ketika SMSI Gorontalo lahir dan mulai membangun pijakan sebagai organisasi perusahaan media siber di daerah.

“Beliau yang melakukan komunikasi dengan pengurus pusat. Saat itu saya masih banyak belajar dan belum memahami seluruh proses organisasi. Almarhum yang membantu membuka jalan,” kata Irwanto.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun bagi mereka yang mengetahui sejarah awal SMSI Gorontalo, pernyataan tersebut memiliki makna yang sangat dalam.

Irwanto lalu mengenang masa-masa ketika dirinya pertama kali dipercaya memimpin organisasi.

Saat itu, kata dia, banyak hal yang belum dipahaminya. Berbagai kebutuhan organisasi harus disiapkan dari awal.

Mulai dari komunikasi dengan pengurus pusat, penyusunan administrasi, hingga berbagai urusan teknis yang menentukan keberlangsungan organisasi.

Dalam situasi itulah, Fadli Poli hadir.

Bukan untuk mencari panggung.

Bukan pula untuk mendapatkan posisi.

Baca Juga:  Duh, Tambang Emas Ilegal di Hutan Boliyohuto Gunakan Alat Berat

Melainkan untuk membantu.

Menurut Irwanto, banyak pekerjaan organisasi yang berjalan karena dukungan dan tangan dingin almarhum.

“Berbagai kebutuhan Musda waktu itu, administrasi organisasi, komunikasi dengan pusat, semuanya banyak dibantu beliau,” ujarnya.

Kenangan demi kenangan yang muncul membuat Irwanto beberapa kali menghentikan sambutannya.

Matanya mulai berkaca-kaca.

Suasana ruangan pun ikut berubah.

Sejumlah peserta tampak menundukkan kepala. Beberapa lainnya memandang ke arah panggung tanpa berkata-kata.

Lalu sebuah kalimat keluar dari mulut Irwanto.

Kalimat yang membuat ruangan kembali tenggelam dalam keheningan.

“Kalau saat itu saya tidak dibantu almarhum, mungkin saya tidak akan kembali terpilih lagi untuk yang kedua kalinya,” ujarnya dengan suara terbata-bata.

Tak ada tepuk tangan.

Tak ada sorak kemenangan.

Yang terdengar hanya sunyi.

Bagi banyak insan pers yang hadir, nama Fadli Poli memang bukan sosok asing.

Ia dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani berbagai perbedaan di kalangan organisasi pers.

Meski memimpin organisasi yang berbeda, almarhum kerap hadir untuk membantu, menyatukan gagasan, dan membuka ruang komunikasi demi kemajuan pers Gorontalo.

Ia tidak membangun sekat.

Ia justru merawat kebersamaan.

Karena itu, kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang hingga kini masih dirasakan banyak kalangan.

Baca Juga:  Pemerintah Terapkan Kebijakan Pembelajaran Selama Ramadhan 2025

Irwanto mengatakan, salah satu pelajaran terbesar yang ditinggalkan Fadli Poli adalah tentang pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan organisasi.

“Beliau selalu berpikir bagaimana organisasi pers bisa tumbuh bersama. Tidak pernah melihat sekat organisasi. Yang beliau pikirkan adalah bagaimana pers Gorontalo bisa maju,” katanya.

Musda II SMSI Gorontalo akhirnya tidak hanya menjadi forum yang menetapkan kembali seorang ketua.

Di tengah pembahasan transformasi digital, tantangan bisnis media, dan masa depan perusahaan pers, forum itu juga menjadi ruang untuk mengenang seorang sahabat, seorang penggerak, sekaligus seorang tokoh yang telah menorehkan jejak penting dalam perjalanan pers Gorontalo.

Hari itu, Irwanto memang kembali terpilih sebagai Ketua SMSI Gorontalo.

Namun di balik ucapan selamat dan tepuk tangan yang mengiringi amanah tersebut, tersimpan rasa kehilangan yang belum sepenuhnya sembuh.

Sebab bagi Irwanto dan banyak insan pers lainnya, ada satu sosok yang seharusnya ikut menyaksikan momen itu.

Satu sosok yang dulu membantu membuka jalan.

Satu sosok yang hari itu hanya bisa dikenang melalui doa.

Namanya adalah Fadli Poli.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel