Hibata.id, Gorontalo – Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung ke Pasar Sentral Kota Gorontalo, Senin (23/06/2025).
Sidak kali ini, bulog ingin memastikan harga beras dan minyak goreng tetap stabil serta pasokan pangan tersedia bagi masyarakat.
Apalagi di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.
Didampingi Kepala Cabang Perum Bulog Gorontalo, La Ode Sulaiman, beserta jajaran, Ahmad Rizal menyusuri sejumlah lapak pedagang, sambil memantau harga kebutuhan pokok dan kondisi distribusi pangan di pasar terbesar di Provinsi Gorontalo tersebut.
Fokus pemantauan diarahkan pada komoditas beras dan minyak goreng Minyakita yang menjadi bagian penting dalam program pemerintah menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.
Di sela kunjungan, Ahmad Rizal berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga, ketersediaan stok, serta kondisi penjualan selama berlangsungnya agenda nasional PENAS 2026.
“Kami ingin memastikan stok pangan, terutama beras dan Minyakita yang merupakan milik pemerintah, tetap tersedia dan harga yang diterima masyarakat berada pada kondisi yang wajar serta terjangkau,” kata Ahmad Rizal.
Ia menegaskan, Bulog terus melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi pangan agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
Menurutnya, pemantauan langsung di pasar menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi perdagangan di daerah, sekaligus mendengar berbagai masukan dari pedagang maupun konsumen.
Selain memastikan ketersediaan beras SPHP dan beras komersial, Bulog juga memantau distribusi Minyakita agar tetap sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ahmad Rizal mengatakan pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menjual komoditas pangan bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Kami akan menindak tegas pengecer yang menjual lebih dari standar harga yang ditetapkan pemerintah. Harapannya baik beras maupun minyak goreng dijual sesuai harga pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku stok beras dan minyak goreng hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
Namun, permintaan mulai meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung yang datang ke Gorontalo untuk mengikuti rangkaian kegiatan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan efektif di daerah.
Melalui pemantauan langsung, Bulog ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau serta pasokan yang mencukupi.
Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat distribusi bahan pokok, dan mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.













