Parlemen

Rakhmatiyah Deu: Sherly Tjoanda Jadi Inspirasi Perempuan Indonesia

×

Rakhmatiyah Deu: Sherly Tjoanda Jadi Inspirasi Perempuan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berbincang bersama Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, di sela-sela puncak Pekan Nasional (PENAS) XVII KTNA 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026)/Hibata.id
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berbincang bersama Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, di sela-sela puncak Pekan Nasional (PENAS) XVII KTNA 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjadi salah satu figur yang paling menyita perhatian pada puncak Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Andalan (KTNA) 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (25/06/2026).

Kehadirannya tidak hanya menarik antusiasme ribuan peserta, tetapi juga dinilai membawa pesan kuat tentang kepemimpinan perempuan di Indonesia.

Scroll untuk baca berita

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, mengatakan Sherly Tjoanda telah menunjukkan bahwa perempuan mampu memimpin daerah, mengambil keputusan strategis, dan menjadi motor perubahan di tengah masyarakat.

Menurut Rakhmatiyah, kehadiran Sherly di Gorontalo memberikan semangat baru bagi perempuan agar berani menembus berbagai batas, meningkatkan kapasitas diri, serta tidak ragu mengambil peran di ruang-ruang kepemimpinan.

“Bu Sherly adalah bukti nyata bahwa perempuan juga bisa berdiri di garis depan kepemimpinan. Kemampuan perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Beliau menunjukkan bahwa perempuan mampu memimpin daerah dan membawa perubahan,” kata Rakhmatiyah.

Ia menilai sosok Sherly menjadi contoh bahwa keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kemampuan, integritas, kerja keras, dan komitmen dalam melayani masyarakat.

Baca Juga:  DPRD Gorontalo Perjuangkan Tunjangan Guru PAI hingga ke DPR RI

Karena itu, ia mengajak perempuan, khususnya di Gorontalo, untuk tidak membatasi mimpi hanya karena stereotip yang masih berkembang di tengah masyarakat.

“Perempuan Gorontalo harus berani bermimpi besar. Jangan pernah merasa tidak mampu hanya karena kita perempuan. Sosok Bu Sherly mengajarkan bahwa kerja keras, kapasitas, dan integritas adalah modal utama untuk mencapai posisi tertinggi dalam kepemimpinan,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Kepala Daerah

Bagi Rakhmatiyah, daya tarik Sherly Tjoanda tidak hanya terletak pada jabatannya sebagai Gubernur Maluku Utara.

Ia melihat perjalanan hidup Sherly sebagai bukti bahwa perempuan mampu menembus berbagai tantangan hingga dipercaya memimpin sebuah provinsi.

Sherly tercatat sebagai perempuan pertama yang menjabat Gubernur Maluku Utara.

Menurut Rakhmatiyah, capaian tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah kepemimpinan perempuan di Indonesia dan membuka optimisme bahwa semakin banyak perempuan dapat berkontribusi di sektor publik.

Ia menambahkan, figur Sherly memperlihatkan bahwa kepemimpinan perempuan mampu berjalan berdampingan dengan profesionalisme, ketegasan, dan kedekatan dengan masyarakat.

Baca Juga:  Ridwan Monoarfa Targetkan Nol Kasus Stunting di Gorontalo

Tampil Elegan, Tetap Dekat dengan Masyarakat

Selain dikenal sebagai pemimpin daerah, Sherly juga dinilai menghadirkan citra perempuan modern yang tetap menjaga kesederhanaan, keramahan, dan keanggunan.

Menurut Rakhmatiyah, hal tersebut membuat Sherly menjadi sosok yang mudah diterima masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak perempuan.

“Banyak perempuan Gorontalo mengagumi Bu Sherly. Beliau memiliki kecantikan, penampilan yang elegan, dan kepribadian yang hangat. Sosok seperti ini tentu menjadi impian banyak perempuan, karena mampu menunjukkan bahwa perempuan bisa sukses, cerdas, dan tetap tampil anggun,” katanya.

Jadi Rebutan Foto Peserta PENAS XVII

Selama mengikuti rangkaian puncak PENAS XVII KTNA 2026 di Kabupaten Gorontalo, Sherly menjadi salah satu kepala daerah yang paling banyak disapa peserta.

Ribuan petani, nelayan, dan tamu yang hadir silih berganti mengajak Sherly bersalaman serta mengabadikan momen melalui swafoto maupun foto bersama.

Suasana tersebut, menurut Rakhmatiyah, mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap figur perempuan yang berhasil menembus posisi kepemimpinan di tingkat daerah.

Simbol Harapan bagi Perempuan Indonesia

Baca Juga:  Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Soroti Maraknya Kekerasan Seksual Anak

Rakhmatiyah menilai kehadiran Sherly di arena PENAS XVII telah melampaui agenda seremonial seorang kepala daerah. Kehadiran itu berubah menjadi simbol bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, memimpin, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

“Kehadiran Bu Sherly di Gorontalo benar-benar memberikan energi positif. Beliau menginspirasi bukan hanya perempuan di Gorontalo, tetapi juga perempuan di seluruh Indonesia agar berani mengambil peran, berprestasi, dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” ujarnya.

Di tengah pembahasan mengenai penguatan ketahanan pangan nasional dalam forum PENAS XVII, kehadiran Sherly Tjoanda menghadirkan pesan lain yang tidak kalah penting, yakni bahwa kepemimpinan perempuan kini menjadi bagian nyata dari pembangunan Indonesia.

Bagi banyak peserta yang hadir di Gorontalo, Sherly bukan hanya tampil sebagai seorang gubernur, tetapi juga sebagai representasi perempuan Indonesia yang mampu memimpin, menginspirasi, dan membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di masa depan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel