Hibata.id, Gorontalo – Reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dr. Kristina Mohamad Udoki atau yang akrab disapa Femmy, berlangsung hangat di Desa Panggulo, Kecamatan Botupingge, Selasa (7/7/2026).
Suasana dialog bahkan sempat diwarnai canda warga yang menyebut kesempatan itu sebagai momen “menagih” perhatian wakil rakyat terhadap berbagai persoalan yang sudah lama mereka hadapi.
Meski disampaikan dengan senyum dan gelak tawa, aspirasi warga terbilang serius.
Mereka meminta pembangunan bronjong untuk mengurangi ancaman banjir, perbaikan jembatan yang sudah tidak layak dilintasi, serta peningkatan kualitas jalan di sekitar desa.
Tak berhenti di situ, warga juga mengusulkan peninjauan kembali data desil penerima bantuan sosial agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Di sektor pertanian, mereka berharap pemerintah dapat membangun sumur suntik untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Keluhan lain datang dari dampak aktivitas galian C yang dinilai menimbulkan debu dan mengganggu aktivitas serta kesehatan warga di sekitar lokasi.
Femmy mengatakan seluruh masukan tersebut telah dicatat sebagai bagian dari hasil reses yang akan dibawa ke pembahasan sesuai mekanisme dan kewenangan DPRD Provinsi Gorontalo.
“Saya insya Allah tidak berjanji, tetapi semua aspirasi ini akan saya perjuangkan,” kata Femmy.
Ia menjelaskan setiap usulan membutuhkan proses, mulai dari pembahasan hingga penyesuaian dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Karena itu, realisasi program dilakukan berdasarkan skala prioritas.
“Kalau nanti terealisasi, tentu pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Yang terpenting, aspirasi masyarakat tetap saya kawal,” ujarnya.
Reses menjadi salah satu agenda anggota legislatif untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
Bagi warga Desa Panggulo, forum tersebut bukan sekadar pertemuan dengan wakil rakyat, melainkan ruang menyampaikan harapan agar persoalan yang mereka hadapi tidak berhenti sebagai cerita dari mulut ke mulut, tetapi berlanjut menjadi program pembangunan yang nyata.












