Hibata.id, Bone Bolango – Ada satu kalimat yang langsung mengundang tawa saat agenda reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki atau Femmy, di Desa Pinomon Tiga, Kecamatan Bulawa, Kamis (2/7/2026).
“Katanya anggota dewan cuma datang waktu kampanye.”
Kalimat itu justru diangkat sendiri oleh Femmy di hadapan warga.
Bedanya, ia datang bukan membawa baliho atau meminta dukungan. Melainkan membawa buku catatan untuk menampung keluhan masyarakat.
“Saya masih ingat waktu kampanye ada yang bilang anggota dewan biasanya datang hanya saat cari suara. Hari ini saya buktikan saya kembali lagi ke Pinomon Tiga,” kata legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu yang langsung disambut tepuk tangan warga.
Suasana reses pun berubah layaknya ruang diskusi. Satu per satu persoalan muncul dari berbagai sudut barisan kursi yang rapi.
Mulai dari yang mengeluhkan ternak yang berkeliaran bebas hingga merusak tanaman.
Ada pula yang menyampaikan nasib anak-anak yang kesulitan berangkat sekolah karena minimnya transportasi.
Masalah transportasi pelajar menjadi perhatian serius warga. Mereka khawatir semakin banyak anak memilih berhenti sekolah karena biaya dan akses menuju sekolah semakin sulit.
Menanggapi hal itu, Femmy mengakui persoalan tersebut bukan hanya terjadi di Bulawa.
“Saya sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan, tetapi memang masih terkendala anggaran. Insyaallah saya akan berupaya melalui jalur partai untuk berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Sebagai daerah yang menggantungkan ekonomi dari sektor pertambangan emas, masyarakat juga meminta kepastian mengenai legalitas tambang rakyat.
Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar aktivitas penambangan memiliki kepastian hukum.
Femmy mendorong masyarakat untuk mempersiapkan pengurusan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
Menurutnya, legalitas akan membuka peluang aktivitas pertambangan berjalan lebih aman dan memiliki kepastian aturan.
Ia juga mengungkapkan, tengah membangun komunikasi bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) untuk mengagendakan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, guna membahas solusi bagi penambang rakyat di Gorontalo.
Tak hanya soal tambang, warga juga mengusulkan pembangunan jalan tani.
Namun, Femmy menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah akibat efisiensi membuat pembangunan fisik saat ini harus dilakukan secara bertahap.
Menutup dialog, Femmy justru mengajak masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Menurutnya, ketahanan keluarga menjadi modal penting menghadapi situasi ekonomi saat ini. Ia mendorong setiap keluarga memiliki lebih dari satu sumber penghasilan agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
Reses yang semula dipenuhi keluhan akhirnya ditutup dengan optimisme.
Bagi warga Pinomon Tiga, kehadiran wakil rakyat kali ini bukan sekadar memenuhi jadwal reses, tetapi juga menjadi jawaban atas anggapan lama bahwa anggota dewan hanya datang saat musim kampanye.












