Politik

Perjalanan Om Noka, Dari Pers Kembali Mengabdi Lewat Jalur Politik

×

Perjalanan Om Noka, Dari Pers Kembali Mengabdi Lewat Jalur Politik

Sebarkan artikel ini
Noldi Katili atau yang akrab disapa Om Noka/Hibata.id
Noldi Katili atau yang akrab disapa Om Noka/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Perjalanan hidup Noldi Katili atau yang akrab disapa Om Noka menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat ditempuh melalui berbagai jalan.

Setelah berkiprah sebagai aktivis politik pada awal era Reformasi, ia mengabdikan diri di dunia jurnalistik selama bertahun-tahun sebelum kembali dipercaya mengemban amanah di organisasi politik.

“Bagi saya, pena tidak pernah diletakkan. Saya hanya memindahkannya ke medan perjuangan yang berbeda.”

Ungkapan tersebut menggambarkan perjalanan panjang Om Noka dalam mengawal kepentingan publik, baik melalui dunia pers maupun politik.

Memulai Karier Politik pada Awal Reformasi

Jauh sebelum dikenal sebagai jurnalis di Gorontalo, Om Noka telah aktif dalam organisasi politik. Saat gelombang Reformasi 1998 membuka ruang demokrasi yang lebih luas, ia ikut berkontribusi membangun partai politik di daerah.

Pada periode 1999–2000, Om Noka dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Keadilan Kabupaten Gorontalo. Selanjutnya, pada periode 2000–2004, ia mengemban tugas sebagai Sekretaris Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Gorontalo.

Baca Juga:  Hasil Verfak: Amran-Irwan Melambung Jauh Ketimbang Ismet Mile

Dalam posisi tersebut, ia berperan memperkuat struktur organisasi, melakukan konsolidasi kader, serta mendorong penguatan tata kelola organisasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Pengalaman itu membentuk cara pandangnya mengenai pentingnya kepemimpinan, integritas, dan kerja kolektif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Memilih Jalur Jurnalistik

Setelah menyelesaikan pengabdiannya di politik praktis, Om Noka memilih berkarier di dunia jurnalistik.

Melalui profesi wartawan, ia aktif meliput berbagai isu pembangunan, pemerintahan, ekonomi, politik, hingga kehidupan sosial masyarakat Gorontalo. Selama bertahun-tahun, ia menulis ratusan bahkan ribuan berita yang menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan pembangunan daerah.

Sebagai jurnalis, ia menjalankan fungsi pers dengan mengedepankan prinsip verifikasi, keberimbangan informasi, serta kepentingan publik. Baginya, media memiliki peran penting dalam memperkuat demokrasi melalui penyampaian informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  E-Vote Kongres PSI: Kaesang Terpilih Lagi sebagai Ketua Umum

Kembali ke Dunia Politik

Pengalaman panjang di lapangan membuat Om Noka melihat bahwa perubahan tidak hanya lahir melalui pemberitaan dan pengawasan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan langsung dalam proses penyusunan kebijakan.

Atas pertimbangan tersebut, ia memutuskan kembali aktif di dunia politik.

Kali ini, ia bukan hadir sebagai wajah baru. Pengalaman organisasi politik pada masa Reformasi berpadu dengan wawasan yang diperoleh selama bertugas sebagai jurnalis, sehingga memberinya perspektif yang lebih luas dalam memahami persoalan masyarakat.

Saat ini, Om Noka dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bone Bolango.

Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan ruang untuk kembali mengabdi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur politik yang konstruktif.

Membawa Pengalaman Pers ke Ruang Politik

Pengalaman sebagai wartawan menjadi modal penting dalam menjalankan peran politiknya.

Ia terbiasa mendengarkan berbagai pandangan sebelum mengambil sikap, melakukan verifikasi terhadap informasi, serta melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Baca Juga:  MULUS Usung Program Seragam Gratis, Fikran Abdullah: Angin Segar bagi Rakyat Bone Bolango

Di sisi lain, pengalaman membangun organisasi politik sejak awal Reformasi memperkuat keyakinannya bahwa perjuangan untuk kepentingan masyarakat memerlukan integritas, konsistensi, kolaborasi, dan kesabaran.

Pengabdian yang Terus Berlanjut

Perjalanan Om Noka memperlihatkan bahwa politik dan jurnalistik memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Jika dahulu ia menyuarakan aspirasi rakyat melalui karya jurnalistik, kini ia berupaya memperjuangkannya melalui aktivitas politik dan organisasi.

Baginya, pengabdian tidak berhenti ketika seseorang berganti profesi. Nilai utama yang harus tetap dijaga adalah integritas, komitmen terhadap kepentingan publik, dan konsistensi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan tersebut masih terus berlangsung. Pada akhirnya, masyarakat akan menjadi penilai atas setiap langkah pengabdian yang dijalankannya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel