Kabar

Operasi Pasar Digelar, TPID Gorontalo Optimistis Inflasi Mulai Melandai

×

Operasi Pasar Digelar, TPID Gorontalo Optimistis Inflasi Mulai Melandai

Sebarkan artikel ini
TPID Gorontalo menggencarkan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah untuk menekan kenaikan harga cabai dan beras serta menjaga inflasi tetap terkendali pada Juli 2026/Hibata.id
TPID Gorontalo menggencarkan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah untuk menekan kenaikan harga cabai dan beras serta menjaga inflasi tetap terkendali pada Juli 2026/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo mempercepat upaya pengendalian inflasi.

Hal ini dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyasar sejumlah pasar tradisional di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/07/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang memberikan kontribusi terhadap inflasi daerah selama Juni 2026.

Kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim bersama jajaran TPID yang terdiri atas Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo.

Selain itu ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Perum Bulog Cabang Gorontalo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, serta didukung Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.

Sofian Ibrahim mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan perkembangan harga berbagai komoditas strategis yang selama beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan.

Baca Juga:  PMII Bongkar Praktik Pengecer Gas Elpiji Ilegal di Pohuwato

“Hari ini TPID Provinsi Gorontalo turun langsung ke sejumlah pasar untuk melihat perkembangan harga komoditas. Kami ingin memastikan komoditas mana yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga,” kata Sofian saat meninjau pasar sentral Kota Gorontalo.

Menurut dia, pemantauan melibatkan berbagai instansi agar pemerintah memperoleh data terkini mengenai kondisi harga dan pasokan pangan di tingkat pedagang maupun konsumen.

Komoditas yang menjadi fokus pemantauan antara lain beras, minyak goreng, ikan, daging sapi, cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, serta bahan pangan lain yang berpengaruh terhadap laju inflasi.

Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas mulai bergerak lebih stabil dibandingkan satu hingga dua pekan sebelumnya.

Baca Juga:  Jabatan dan Kepangkatan Perwira Tinggi di Lingkungan Mabes TNI dan TNI AD

“Alhamdulillah perkembangan harga sudah mulai membaik dibandingkan minggu lalu maupun dua minggu yang lalu. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga sehingga komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi dapat kembali stabil,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis tren penurunan harga tersebut akan memberikan dampak positif terhadap laju inflasi pada Juli 2026.

“Kami berharap dengan mulai turunnya harga beberapa komoditas, inflasi Gorontalo pada Juli 2026 juga ikut menurun,” katanya.

Selain memantau harga, TPID juga memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman.

Berdasarkan laporan Dinas Ketahanan Pangan, stok berbagai komoditas utama masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah juga memperkuat distribusi bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sebagian pasokan cabai didatangkan dari Palu untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan permintaan di pasar.

Baca Juga:  Gorontalo Masuk 5 Besar Provinsi dengan Pengangguran Terendah di Indonesia

Sofian menjelaskan peningkatan harga sebelumnya dipengaruhi tingginya permintaan selama pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS).

Setelah kegiatan tersebut berakhir, permintaan mulai kembali normal sehingga harga komoditas pangan berangsur stabil.

“Pasokan sebenarnya cukup. Sebelumnya permintaan meningkat saat pelaksanaan PENAS sehingga memengaruhi harga beberapa komoditas. Sekarang permintaan sudah mulai kembali normal dan diharapkan harga juga semakin stabil,” kata Sofian.

Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama TPID akan terus melakukan pemantauan harga, menjaga kelancaran distribusi, dan menggelar operasi pasar sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel