Hibata.id, Gorontalo – Melayani masyarakat dari pagi hingga malam memang menjadi bagian dari tugas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namun menurut Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, ada satu hal yang tidak boleh tertinggal di belakang, yaitu perlindungan bagi para aparatur.
Pesan itu disampaikan Sofyan saat membuka Sosialisasi Produk Taspen Save dan Taspen Group Personal Accident yang digelar BKPSDM Kabupaten Gorontalo di Ruang Potombango BKPSDM, Selasa (14/7).
“Sebagian besar waktu ASN dipersembahkan untuk negara. Waktu bersama keluarga sering berkurang, hak politik juga memiliki batasan. Karena itu negara wajib hadir memberikan perlindungan yang layak,” kata Sofyan.
Menurutnya, perlindungan tidak cukup hanya diberikan saat pegawai memasuki masa pensiun.
Risiko saat bekerja juga perlu mendapat perhatian melalui program perlindungan yang memadai.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo ingin seluruh ASN maupun PPPK dapat memperoleh manfaat program tersebut, baik pegawai penuh waktu maupun paruh waktu.
Data BKPSDM mencatat Kabupaten Gorontalo memiliki sekitar 5.000 ASN, 1.000 PPPK penuh waktu, dan sekitar 3.000 PPPK paruh waktu yang berpotensi mengikuti program perlindungan PT Taspen.
Dalam kegiatan itu, Bupati juga menyerahkan santunan Taspen Group Personal Accident senilai Rp60 juta kepada ahli waris salah seorang pegawai.
Penyerahan santunan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa manfaat perlindungan dapat dirasakan ketika risiko yang tidak diinginkan terjadi.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Gorontalo Jufri Damima mengatakan sosialisasi digelar untuk memperluas pemahaman ASN dan PPPK mengenai manfaat program Taspen.
Selain penyampaian materi, peserta juga dapat memanfaatkan layanan desk consultation yang menghadirkan petugas PT Taspen sehingga konsultasi bisa dilakukan langsung di lokasi tanpa harus mendatangi kantor cabang.
Jufri berharap semakin banyak aparatur memahami pentingnya perlindungan kerja sehingga dapat menjalankan pelayanan kepada masyarakat dengan rasa aman.












