Hibata.id, Gorontalo – Kantor baru sudah diresmikan. Papan nama sudah terpasang. Ruangan terlihat lebih rapi.
Tinggal satu pertanyaan yang biasanya muncul dari masyarakat, yaitu pelayanannya ikut pindah ke level yang lebih baik atau hanya alamat kantornya yang berganti?
Pertanyaan itu mengemuka setelah Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo resmi menempati gedung baru di Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Gorontalo, Selasa (14/7/2026).
Di balik seremoni peresmian, publik tentu berharap kehadiran kantor baru bukan sekadar menambah bangunan pemerintah, melainkan benar-benar mempercepat layanan dan membuat masyarakat lebih mudah memperoleh pendampingan ketika hak-haknya terabaikan.
Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Sulawesi Tengah dan Gorontalo, Mangatas Nadeak, menyatakan kantor baru menjadi langkah untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat program perlindungan hak asasi manusia di Gorontalo.
Namun, ia juga mengakui masih membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, terutama terkait fasilitas pendukung agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berharap mendapat dukungan dari pemerintah daerah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih baik,” kata Mangatas.
Program yang menjadi perhatian KemenHAM saat ini adalah pengembangan Desa Sadar HAM. Dua desa di Gorontalo tengah menjalani proses pembinaan sebelum ditetapkan sebagai Desa Sadar HAM.
Meski demikian, masyarakat tentu berharap program tersebut tidak berhenti pada seremoni penetapan atau pemasangan plakat. Indikator keberhasilannya justru terlihat ketika warga benar-benar memahami haknya, memperoleh perlindungan, dan mampu menyelesaikan persoalan HAM di tingkat desa.
Selain desa, KemenHAM juga melanjutkan edukasi HAM di sekolah-sekolah. Langkah itu dinilai penting karena kasus perundungan masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.
KemenHAM bahkan berencana membentuk pendamping atau duta HAM di desa agar edukasi mengenai hak asasi manusia semakin dekat dengan masyarakat.
Peresmian kantor baru menjadi awal yang baik. Namun, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan bukanlah seberapa megah bangunannya, melainkan seberapa cepat pintu pelayanan terbuka ketika warga membutuhkan perlindungan.












