Kota Gorontalo

Adhan Dambea Sentil Perbedaan Bonus Juara MTQ Kota dan Provinsi Gorontalo

×

Adhan Dambea Sentil Perbedaan Bonus Juara MTQ Kota dan Provinsi Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Adhan Dambea mengungkap rencana Pemerintah Kota Gorontalo untuk mulai menyusun rancangan peraturan daerah (Perda) anti LGBT usai Hari Raya Iduladha. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Wali Kota Adhan Dambea mengungkap rencana Pemerintah Kota Gorontalo untuk mulai menyusun rancangan peraturan daerah (Perda) anti LGBT usai Hari Raya Iduladha. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id, Kota Gorontalo – Biasanya usai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), perhatian pasti tertuju kepada para juara.

Namun, kali ini yang menjadi bahan pembicaraan justru hadiah yang mereka bawa pulang.

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea secara terbuka membandingkan penghargaan bagi juara MTQ tingkat Kota Gorontalo dengan MTQ tingkat Provinsi Gorontalo.

Menurutnya, apresiasi terhadap peserta tidak cukup hanya berupa ucapan selamat, tetapi juga perlu diwujudkan dalam bentuk penghargaan yang layak.

Di Kota Gorontalo, bonus untuk para juara telah disiapkan sebelum perlombaan dimulai dan langsung diserahkan saat pengumuman pemenang.

Baca Juga:  Nelayan Kota Gorontalo Dibekali Tata Cara Merawat Marine Engine Kapal Perikanan

Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan adalah hadiah ibadah umrah.

Berbeda dengan itu, bonus bagi juara MTQ tingkat Provinsi Gorontalo baru akan dipersiapkan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Nilainya pun, menurut Adhan, tidak sebesar penghargaan yang diberikan Pemerintah Kota Gorontalo.

“Kegiatan keagamaan seharusnya mendapat perhatian yang lebih besar. Penghargaan kepada para juara juga perlu menjadi bagian dari apresiasi pemerintah,” kata Adhan.

Dalam kesempatan itu, Adhan juga menyinggung pengalamannya saat masih menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Ia mengaku tidak pernah menerima undangan menghadiri kegiatan keagamaan yang diselenggarakan pemerintah provinsi.

Baca Juga:  Tujuh Kafilah STQH Dapat Dukungan Langsung dari Wali Kota Gorontalo

“Selama saya menjadi anggota legislatif di DPRD Provinsi, tidak pernah ada undangan kegiatan keagamaan yang saya terima,” kata Adhan.

Menurut dia, perhatian terhadap kegiatan keagamaan harus menjadi komitmen pemerintah, bukan sekadar agenda seremonial.

“Saya sangat memprioritaskan kegiatan keagamaan. Ini sesuai dengan yang saya sampaikan saat kampanye, yakni urus agama Allah dan urus rakyat,” tegasnya.

Baca Juga:  Tarif Air di Perumdam MT Kota Gorontalo Naik, Ini Alasannya!

Komitmen itu juga diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Saat penyambutan kafilah MTQ Kota Gorontalo, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta hadir.

Adhan bahkan memastikan kehadiran para pejabat tersebut diperiksa satu per satu.

“Seluruh pimpinan OPD diabsen kehadirannya saat penyambutan kafilah Kota Gorontalo. Bagi yang tidak hadir, saya minta Sekretaris Daerah Ismail Madjid untuk memanggil mereka,” ungkap Adhan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel