Hibata.id, Buton Tengah – Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, resmi menjadi salah satu dari 17 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Kepastian tersebut membuka peluang bagi daerah itu untuk menghadirkan layanan pendidikan berstandar nasional sekaligus memperluas akses peserta didik terhadap pendidikan yang lebih berkualitas.
Penetapan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah menetapkan lokasi penyelenggaraan SNT melalui proses seleksi yang dilakukan secara bertahap dan berbasis kesiapan daerah.
“Penetapan lokasi dilakukan secara bertahap melalui proses pengusulan, review dokumen, verifikasi dan validasi lapangan, serta konfirmasi kesiapan lahan dan dukungan pemerintah daerah,” kata Abdul Mu’ti.
Masuknya Buton Tengah dalam daftar daerah penyelenggara SNT menunjukkan pemerintah pusat menilai daerah tersebut memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari kesiapan lahan hingga komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program.
Komitmen itu kembali diperkuat setelah Kemendikdasmen mengirimkan surat Nomor 0337/B/C/DM.00.02/2026 tertanggal 21 Juli 2026 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto.
Surat yang ditujukan kepada Bupati Buton Tengah, Azhari, itu berisi permintaan agar pemerintah daerah segera mendukung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam surat tersebut, Kemendikdasmen meminta pemerintah daerah mempercepat sosialisasi mekanisme SPMB kepada masyarakat, menyiapkan lokasi seleksi beserta sarana pendukung, memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta mengoptimalkan keterlibatan perangkat daerah agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.
Merespons arahan tersebut, Bupati Buton Tengah Azhari bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama kepala sekolah SMP dan SMA se-Kabupaten Buton Tengah.
Rapat itu membahas langkah teknis pelaksanaan SPMB sekaligus strategi penyampaian informasi kepada sekolah dan masyarakat.
“Hari ini kami telah rapat bersama para kepala sekolah SMP dan SMA untuk segera menyosialisasikan SPMB kepada sekolah dan masyarakat, mulai dari persyaratan, mekanisme, tahapan, hingga jadwal pelaksanaan,” ujar Azhari.
Ia meminta seluruh sekolah segera menyampaikan informasi kepada calon peserta didik dan orang tua agar proses seleksi dapat diikuti secara optimal.
Azhari menjelaskan setiap sekolah diberikan kesempatan mengusulkan paling banyak tiga siswa terbaik untuk mengikuti seleksi akhir calon peserta didik Sekolah Nasional Terintegrasi, baik jenjang SMP maupun SMA.
“Kepada para orang tua atau wali murid yang anaknya telah ditunjuk oleh kepala sekolah untuk mengikuti seleksi akhir sebagai calon siswa Sekolah Nasional Terintegrasi, baik jenjang SMP maupun SMA, agar mempersiapkan diri. Setiap sekolah mengusulkan maksimal tiga siswa terbaik untuk mengikuti seleksi,” katanya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi tidak hanya menghadirkan satuan pendidikan baru, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang lebih kompetitif dan berstandar nasional.
Sejak awal pengusulan program, pemerintah daerah terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Kemendikdasmen hingga akhirnya Buton Tengah ditetapkan sebagai salah satu daerah pelaksana.
Azhari pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Buton Tengah.
“Kami, masyarakat Buton Tengah, khususnya insan akademis dari SMP dan SMA, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas Program Sekolah Nasional Terintegrasi, kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, serta Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara atas dukungan yang diberikan,” ujar Azhari.
Dengan dimulainya tahapan SPMB, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap Program Sekolah Nasional Terintegrasi dapat menjadi pengungkit peningkatan mutu pendidikan sekaligus melahirkan generasi yang memiliki daya saing di tingkat nasional.












