Hibata.id, Buton Tengah – Merasa sehat bukan berarti harus melewatkan pemeriksaan kesehatan.
Pesan itu disampaikan TP-PKK Kabupaten Buton Tengah (Buteng) kepada masyarakat saat mendorong deteksi dini tuberkulosis (TB), terutama untuk mencegah penularan di lingkungan keluarga.
Ketua TP-PKK Kabupaten Buton Tengah Umi Noranah Azhari mengajak warga tidak menunggu munculnya keluhan sebelum datang ke fasilitas kesehatan.
Ajakan itu disampaikan saat Umi membuka kegiatan Pelacakan Tuberkulosis (Tracing TB) yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Kantor Kelurahan Gu Timur, Kecamatan Lakudo, Senin (7/9/2026).
Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Tengah melalui Puskesmas Lakudo menggelar kegiatan tersebut untuk mendekatkan pelayanan kesehatan sekaligus menemukan kasus TB sedini mungkin.
Menurut Umi, pemeriksaan sejak dini penting karena TB tidak hanya menyangkut kesehatan seseorang.
Ketika terlambat ditemukan dan ditangani, penyakit tersebut berisiko menular kepada orang-orang terdekat.
Karena itu, ia ingin mengubah anggapan bahwa seseorang baru perlu datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah merasa sakit.
“Datang melakukan pemeriksaan bukan berarti kita sedang sakit, melainkan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab kita dalam melindungi diri serta keluarga. Saya mengajak seluruh warga Kecamatan Lakudo untuk tidak ragu memanfaatkan pelayanan ini,” kata Umi.
Upaya mencegah TB, kata Umi, juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kader PKK, terutama Pokja IV, bersama kader kesehatan memiliki peran penting untuk membawa informasi kesehatan lebih dekat kepada keluarga.
Mereka diharapkan aktif mengedukasi warga mengenai gejala TB sekaligus mendorong masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan.
“Masyarakat perlu mewaspadai sejumlah gejala TB, antara lain batuk yang berlangsung lama atau berulang, demam, keringat dingin pada malam hari, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas,” ujarnya.
Bagi Umi, menemukan kasus sejak awal bukan satu-satunya tantangan. Stigma terhadap penderita TB juga perlu dihilangkan.
Ia meminta masyarakat tidak menjauhi atau mengucilkan anggota keluarga yang mengalami gejala maupun telah didiagnosis TB.
Sebaliknya, keluarga harus menjadi lingkungan pertama yang memberikan dukungan selama proses pengobatan.
“Jika ada anggota keluarga yang bergejala, jangan pernah dikucilkan atau ditakuti. Justru harus kita rangkul dan dampingi untuk berobat ke fasilitas kesehatan sampai tuntas. TB bisa disembuhkan total jika ditangani secara tepat,” tegasnya.
Mulai dari Keluarga
Umi berharap Tracing TB yang dipadukan dengan Cek Kesehatan Gratis tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan semata.
Program tersebut diharapkan membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan, mengenali gejala sejak awal, dan tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan.
Upaya itu juga menjadi bagian dari membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan produktif sekaligus memperkuat pencegahan penularan TB di Buton Tengah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Buton Tengah Kartini Adam Basan, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Tengah, Kepala Puskesmas Lakudo bersama tenaga kesehatan, jajaran pengurus TP-PKK tingkat kabupaten hingga kelurahan, serta tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda setempat.












