Hibata.id, Pohuwato – Di tengah bergulirnya proses hukum dugaan pencabulan yang menyeret nama mantan Kepala Desa Buhu Jaya, Pohuwato muncul satu pertanyaan yang terus mengemuka di tengah masyarakat, bagaimana sebenarnya awal mula perkara itu?
Versi berbeda disampaikan Wisnawati, istri mantan kepala desa. Menurutnya, persoalan yang pertama kali muncul justru bukan mengarah kepada suaminya.
Melainkan dugaan pelecehan yang dilaporkan seorang Kaur Umum berinisial SFM terhadap Sekretaris Desa (Sekdes).
Kalau mengikuti cerita Wisnawati, “bab pertama” perkara ini memiliki tokoh yang berbeda.
Ia mengatakan laporan yang diketahuinya sejak awal adalah dugaan pelecehan terhadap Sekdes.
“Setahu saya masalah yang beredar di desa itu adalah laporan Kaur Umum yang mengaku dilecehkan oleh Sekdes,” katanya.
Namun, menurut Wisnawati, jalan cerita kemudian berubah.
Dalam pemeriksaan berikutnya, kata dia, laporan justru mengarah kepada suaminya yang saat itu menjabat sebagai kepala desa.
“Makanya saya kaget. Yang saya tahu awalnya Sekdes, kemudian malah suami saya yang dilaporkan,” ujarnya.
Wisnawati juga mengaku tidak menutup fakta lain yang diketahuinya.
Ia menyebut perempuan tersebut memang pernah memiliki hubungan pribadi dengan suaminya. Pengakuan itu, menurut dia, bahkan pernah disampaikan dalam pemeriksaan di kantor kecamatan.
“Saya sudah lama tahu hubungan mereka. Saya pernah melihat isi WhatsApp suami saya dan perempuan itu juga pernah meminta chat dihapus,” katanya.
Meski demikian, Wisnawati membedakan antara hubungan pribadi dan dugaan tindak pidana yang kini diproses.
Ia mengaku meminta suaminya berkata jujur setelah menerima surat dari Polres Pohuwato.
“Saya bilang, kalau memang salah bilang salah. Saya ambil Al-Qur’an supaya dia bicara sejujurnya,” ujarnya.
Menurut Wisnawati, suaminya mengakui pernah memiliki hubungan dengan perempuan tersebut.
Namun, kata dia, suaminya tetap membantah tuduhan melakukan pencabulan sebagaimana dilaporkan kepada kepolisian.
“Dia mengaku memang ada hubungan. Tetapi untuk tuduhan pencabulan di ruangan itu, dia bersumpah tidak pernah melakukannya,” kata Wisnawati.
Ia kembali menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang diketahuinya, persoalan tersebut bermula dari laporan terhadap Sekdes.
“BPD sempat menyurati kepala desa. Bahkan pernah ada mediasi dan Sekdes datang ke rumah meminta perlindungan agar persoalan selesai,” ujarnya.
Saat ditanya apakah dirinya mempercayai tuduhan dugaan pencabulan terhadap suaminya, Wisnawati menjawab singkat.
“Saya tidak percaya karena yang saya tahu awalnya laporan itu terhadap Sekdes,” katanya.












