Buton

Kabar Gembira, KKP Mulai Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Buton Tengah

×

Kabar Gembira, KKP Mulai Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Buton Tengah

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP menyerahkan lokasi pekerjaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada kontraktor pelaksana di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Selasa (4/8/2026)/Hibata.id
Perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP menyerahkan lokasi pekerjaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada kontraktor pelaksana di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Selasa (4/8/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap resmi memulai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Tahapan awal ditandai dengan serah terima lokasi pekerjaan di Desa Terapung dan Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Selasa (4/8/2026).

Serah terima lokasi tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan kontrak konstruksi Program Prioritas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Anggaran 2026.

Proses itu mengacu pada Surat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Nomor B.21635/DJPT.6/PI.420/PPK/VIII/2026 tertanggal 3 Agustus 2026.

PPK Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap menyerahkan lokasi pekerjaan kepada CV Riyand Ananda sebagai kontraktor pelaksana.

Penyerahan tersebut menjadi dasar dimulainya pekerjaan konstruksi sesuai kontrak, spesifikasi teknis, dan jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Kabar Baik untuk Nelayan Buton Tengah, Proyek Rp12,1 Miliar Akhirnya Dimulai

Prosesi serah terima berlangsung di Kantor Lurah Watolo dan disaksikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Maulid.

Kegiatan itu juga dihadiri Safruddin yang mewakili PPK KNMP Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP dari Kendari.

Safruddin menjelaskan pembangunan KNMP di Buton Tengah terbagi menjadi dua tipe, yakni Hub Aktivitas Perikanan (HAP) di Desa Terapung dan tipe Penyangga di Kelurahan Watolo.

“Di Buton Tengah ada dua lokasi pembangunan KNMP. Desa Terapung dibangun dengan tipe Hub Aktivitas Perikanan, sedangkan Kelurahan Watolo menggunakan tipe Penyangga,” katanya.

Menurut dia, tipe HAP dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang mendukung aktivitas distribusi, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan.

Baca Juga:  Petani Buteng Butuh Kepastian, Legislator PDI-P Soroti Krisis Harga Rumput Laut

Karena memiliki fungsi yang lebih luas, fasilitas yang dibangun juga lebih lengkap.

Fasilitas tersebut meliputi cold storage, tempat pelelangan ikan, shelter nelayan, serta kantor pengelola.

Adapun KNMP tipe Penyangga difokuskan untuk mendukung distribusi hasil perikanan sehingga fasilitasnya lebih sederhana.

Perbedaan fungsi tersebut berpengaruh terhadap nilai investasi pembangunan di masing-masing lokasi.

“Untuk Kelurahan Watolo anggarannya sekitar Rp4 miliar lebih, sedangkan Desa Terapung sekitar Rp8 miliar. Total anggaran pembangunan mencapai lebih dari Rp12 miliar,” ujar Safruddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Maulid, menyatakan pemerintah daerah menyambut baik dimulainya pembangunan KNMP karena dinilai mampu memperkuat sektor perikanan tangkap sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga:  Bupati Azhari Pimpin Persiapan HUT RI ke-80, Desa Didorong Aktif Rayakan Merdeka

Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi kelautan di daerah.

“Kami bersyukur Buton Tengah mendapat program nasional ini. Pemerintah daerah bersama Bupati akan terus mendukung pengembangan ekonomi biru berbasis transmarine agar sektor kelautan dan perikanan semakin berkembang,” kata Maulid.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan kualitas permukiman nelayan, memperkuat infrastruktur perikanan tangkap, memperlancar distribusi hasil laut, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Mawasangka.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel