Kabar

Ekspor Gorontalo Meledak 104 Persen, Jepang Masih Jadi ‘ATM’ Devisa Daerah

×

Ekspor Gorontalo Meledak 104 Persen, Jepang Masih Jadi ‘ATM’ Devisa Daerah

Sebarkan artikel ini
Ekspor Gorontalo Meledak 104 Persen, Jepang Masih Jadi 'ATM' Devisa Daerah/Hibata.id
Ekspor Gorontalo Meledak 104 Persen, Jepang Masih Jadi 'ATM' Devisa Daerah/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Gorontalo menunjukkan tren positif pada Juni 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Gorontalo mencapai US$8,90 juta, meningkat 104,34 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar US$4,36 juta.

Pada saat yang sama, nilai impor turun tajam menjadi US$1,04 juta, sehingga surplus neraca perdagangan daerah mencapai sekitar US$7,86 juta.

Peningkatan ekspor terutama didorong oleh komoditas kayu dan barang dari kayu yang mencatat nilai ekspor sebesar US$4,84 juta atau berkontribusi 55,81 persen terhadap total ekspor Gorontalo pada Juni 2026.

Baca Juga:  AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal

Selain produk kayu, komoditas buah dan biji-bijian olahan memberikan kontribusi 37,13 persen, sedangkan ampas industri makanan atau kopra menyumbang 4,02 persen dari total ekspor.

Berdasarkan negara tujuan utama, Jepang masih menjadi pasar terbesar bagi produk ekspor Gorontalo dengan nilai mencapai US$1,53 juta atau sekitar 46,32 persen dari total ekspor ke negara tujuan utama.

Selanjutnya disusul Korea Selatan, Jerman, dan India yang tetap menjadi pasar strategis bagi komoditas unggulan daerah.

Tidak hanya meningkat dari sisi nilai, volume ekspor Gorontalo juga mengalami pertumbuhan signifikan.

Baca Juga:  Waspada!, Gorontalo Akan Makin Panas Akibat Kemarau

BPS mencatat volume ekspor naik dari 15.060 ton pada Mei menjadi 40.758 ton pada Juni 2026 atau meningkat 170,63 persen.

Peningkatan tersebut didominasi pengiriman komoditas kayu yang mencapai lebih dari 34 ribu ton.

BPS juga menjelaskan sebagian produk ekspor Gorontalo masih dikirim melalui pelabuhan di luar daerah sebelum menuju pasar internasional.

Komoditas tersebut diberangkatkan melalui pelabuhan di Surabaya, Jakarta, dan Bali.

Sementara ekspor yang langsung melalui Pelabuhan Gorontalo tercatat mencapai US$5,76 juta.

Di sisi lain, aktivitas impor mengalami penurunan. Nilai impor Gorontalo pada Juni 2026 tercatat US$1,04 juta, turun 77,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga:  Aleg NasDem Diduga Main PETI, Ketua DPRD Pohuwato Pilih Diam Saja

Sebagian besar impor berasal dari Tiongkok dengan komoditas utama berupa bahan bakar mineral serta kendaraan dan bagiannya.

Surplus perdagangan sebesar US$7,86 juta mencerminkan kinerja perdagangan luar negeri Gorontalo yang tetap kuat pada Juni 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan produk-produk unggulan daerah masih memiliki daya saing di pasar internasional dan terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel