Hibata.id, Gorontalo – Suasana di kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) lokasi DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mendadak berubah mencekam pada Rabu malam (12/8/2026).
Material tanah dan bebatuan dilaporkan longsor dan menerjang kawasan pertambangan yang saat itu masih terdapat warga. Sejumlah orang diduga tertimbun material longsor.
Kabar awal yang beredar menyebut, empat warga asal Manangu meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Namun, jumlah korban hingga kini belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Informasi mengenai tragedi longsor tambang emas Pohuwato mulai ramai beredar Kamis (13/8/2026).
Sejumlah warga kemudian bergerak ke lokasi untuk membantu proses pencarian dan evakuasi.
Salah satu informasi datang dari unggahan akun Facebook @Pop***. Dalam unggahan tersebut terlihat aktivitas evakuasi di kawasan tambang emas lokasi DAM.
Popi Rahman menyebut empat warga asal Manangu meninggal dunia setelah longsor menerjang kawasan pertambangan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Musibah tidak ada yang tahu. Ya Allah, empat warga Manangu meninggal dunia akibat longsor terjadi di tambang emas lokasi DAM.” tulisnya.
Kabar tersebut sontak menyebar dan memunculkan duka di tengah masyarakat. Warga yang disebut menjadi korban diketahui mencari nafkah di kawasan pertambangan tersebut.
Namun, di balik kabar duka yang menyebar cepat, jumlah korban sebenarnya masih menjadi tanda tanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang memastikan empat orang tersebut sebagai jumlah korban meninggal. Identitas warga yang diduga tertimbun juga belum disampaikan secara resmi.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan pencarian menjadi perhatian warga. Pihak terkait masih berupaya memastikan kondisi orang-orang yang diduga berada di sekitar titik longsor.
Menunggu Kepastian
Informasi empat warga meninggal dunia sejauh ini masih berasal dari unggahan media sosial.
Karena itu, Hibata.id belum dapat menyatakan informasi tersebut sebagai data resmi sebelum mendapat konfirmasi dari aparat maupun instansi berwenang.
Hibata.id masih menghubungi kepolisian dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi mengenai kronologi kejadian, jumlah warga yang berada di lokasi, proses pencarian, serta kondisi korban.
Peristiwa ini juga kembali menyoroti keselamatan warga yang beraktivitas di kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI).
Meski demikian, penyebab pasti longsor belum diketahui dan masih menunggu penjelasan dari pihak berwenang.
Hibata.id akan terus memperbarui informasi ini setelah memperoleh keterangan resmi terkait jumlah korban, identitas korban, serta perkembangan proses evakuasi.












