Peristiwa

Longsor PETI DAM Pohuwato: 5 Penambang Tewas, Evakuasi Tanpa Basarnas

×

Longsor PETI DAM Pohuwato: 5 Penambang Tewas, Evakuasi Tanpa Basarnas

Sebarkan artikel ini
Tragedi Tambang DAM: 5 Penambang Tewas, Evakuasi Tanpa Tim Basarnas/Hibata.id
Tragedi Tambang DAM: 5 Penambang Tewas, Evakuasi Tanpa Tim Basarnas/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Lima penambang dilaporkan tertimbun material longsor di kawasan Tambang DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Rabu (12/8/2026) malam.

Namun, hingga Kamis (13/8/2026), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan belum menerima laporan resmi mengenai peristiwa tersebut.

“Maaf Pak, kami juga tidak ada info laporan masuk terkait Tambang DAM. Jadi kami tidak bisa ada pergerakan ke lokasi untuk operasi SAR,” kata pihak Basarnas saat dikonfirmasi Hibata.id melalui WhatsApp, Kamis.

Informasi yang dihimpun Hibata.id menyebutkan lima penambang tersebut tertimbun saat melakukan aktivitas pencarian material yang diduga mengandung emas secara manual.

Aktivitas pertambangan manual itu oleh warga setempat dikenal dengan istilah kabilasa.

Empat korban merupakan warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, yakni Miman Ibura (23), Pandra Galiu, Sandi Bilondatu (24) yang diketahui berstatus mahasiswa, serta Fiki Larama (26).

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Kota Bitung, Tidak Berpotensi Tsunami

Sementara satu korban lainnya, Andi Otoluwa, tercatat sebagai warga Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

Longsor Terjadi Dua Kali

Peristiwa tersebut terjadi setelah longsor pertama melanda kawasan pertambangan pada Rabu sore. Namun saat itu belum ada korban.

Berdasarkan keterangan warga dan keluarga korban, para penambang sempat melihat tanda-tanda pergerakan tanah sebelum longsor susulan terjadi.

Setelah kondisi tanah dinilai lebih stabil, para penambang kembali melakukan aktivitas pencarian material yang diduga mengandung emas.

Mereka masuk kembali ke kawasan tersebut bersama puluhan penambang lainnya.

Sekitar pukul 19.00 WITA, longsor susulan terjadi. Material tanah kemudian menimbun sejumlah penambang yang masih berada di lokasi.

Warga dan penambang lain yang berada di sekitar kawasan langsung melakukan evakuasi secara manual.

Mereka menggali material longsor untuk mengeluarkan para korban dari timbunan.

Setelah berhasil dievakuasi, para korban dibawa ke RSUD Bumi Panua Pohuwato sekitar pukul 03.30 WITA untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga:  Pasca Banjir Melanda, Warga Kota Gorontalo Berjuang Pulihkan Kehidupan

Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan medis, pihak keluarga membawa para korban ke rumah duka di Kabupaten Boalemo.

Pada Kamis (13/8), empat korban asal Desa Bendungan dimakamkan oleh keluarga.

Kepala Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Mus Yasin, S.AP., membenarkan empat warganya menjadi korban longsor di kawasan Tambang DAM, Pohuwato.

Saat ditemui Hibata.id di Kantor Desa Bendungan seusai prosesi pemakaman, Mus Yasin mengatakan keempat korban bekerja sebagai penambang emas secara manual atau kabilasa.

Menurut dia, para korban kembali melakukan aktivitas pertambangan setelah longsor pertama berhenti.

“Memang mereka bekerja sebagai penambang kabilasa. Setelah longsor pertama berhenti, mereka kembali beraktivitas. Kemudian sekitar pukul 19.00 WITA terjadi longsor susulan dan mereka tertimbun,” kata Mus Yasin.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Lewotobi, Wisatawan Tempuh Rute Jalur Laut

Mus Yasin mengatakan warga dan penambang yang berada di sekitar lokasi kemudian melakukan evakuasi secara manual.

Setelah berhasil dikeluarkan dari timbunan, para korban dibawa ke RSUD Bumi Panua Pohuwato untuk mendapatkan penanganan medis.

Karena Basarnas belum menerima laporan mengenai kejadian tersebut, proses pencarian dan evakuasi tidak melibatkan pengerahan tim SAR Basarnas.

Warga bersama penambang lain di sekitar lokasi menjadi pihak yang melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban.

Kondisi tersebut menunjukkan risiko keselamatan yang tinggi dalam aktivitas pertambangan, khususnya ketika aktivitas kembali berlangsung setelah muncul tanda-tanda pergerakan tanah.

Hibata.id masih melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memastikan data seluruh korban, kronologi lengkap kejadian, serta kondisi aktivitas pertambangan di kawasan Tambang DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel