Kotamobagu

Wali Kota Kotamobagu Buka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak

×

Wali Kota Kotamobagu Buka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Gedung SKB Gogagoman, Selasa, 1 September 2026. (Foto: Humas)
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Gedung SKB Gogagoman, Selasa, 1 September 2026. (Foto: Humas)

Hibata.id – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Gedung SKB Gogagoman, Selasa, 1 September 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema “Dampak Pola Asuh terhadap Psikologi dan Karakter Anak” itu digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kotamobagu bekerja sama dengan Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu.

Dalam sambutannya, Weny Gaib mengatakan anak merupakan bagian penting dari masa depan keluarga, masyarakat, daerah, hingga bangsa. Karena itu, perlindungan terhadap anak tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Baca Juga:  Keuangan Pemkot Kotamobagu Tahun 2025 Mulai Diaudit Rinci

“Anak-anak adalah masa depan keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan,” kata Weny.

Baca Juga:  Weny Gaib Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H di Kotamobagu, Ajak Warga Perkuat Persaudaraan

Menurut dia, kekerasan terhadap anak tidak hanya menimbulkan luka fisik. Dampaknya dapat menjalar pada kondisi psikologis, rasa percaya diri, perkembangan emosi dan perilaku, hingga pembentukan karakter anak.

“Hal ini menjadi sangat penting dan harus menjadi perhatian kita bersama, karena tindak kekerasan terhadap anak bukan hanya meninggalkan luka secara fisik, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis, memengaruhi rasa percaya diri, perkembangan emosi, perilaku, hingga pembentukan karakter anak,” ujarnya.

Baca Juga:  MTQ ke-10 Kotamobagu Resmi Dibuka, Weny Gaib Target Lahirkan Qari Terbaik Sulut

Weny berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh peserta, kata dia, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada keluarga serta lingkungan masing-masing.

“Saya juga berharap berbagai pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh para peserta melalui kegiatan sosialisasi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta disebarluaskan kepada keluarga