Kota Gorontalo

PAD Jadi Andalan, Adhan Dambea Sebut Kotanya “Susah-Susah tapi Sombong”

×

PAD Jadi Andalan, Adhan Dambea Sebut Kotanya “Susah-Susah tapi Sombong”

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea. (Foto: Humas)
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea. (Foto: Humas)

Hibata.id – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyebut Kota Gorontalo masih memiliki alasan untuk percaya diri di tengah kondisi fiskal daerah yang tertekan akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.

Adhan bahkan menyinggung istilah yang selama ini berkembang di tengah masyarakat: Kota Gorontalo disebut sebagai daerah yang “susah-susah tapi sombong”.

Bagi Adhan, istilah itu muncul karena dibandingkan dengan sejumlah daerah lain, Kota Gorontalo masih mampu menjalankan roda pemerintahan sekaligus membiayai berbagai kebutuhan pembangunan.

“Kalau orang bilang, kota ini biar susah-susah tapi sombong,” kata Adhan.

Keyakinan itu salah satunya ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebagai wali kota yang kini menjalani periode kedua, Adhan mengatakan dirinya memahami kondisi keuangan daerah, termasuk peran PAD dalam menopang pembangunan.

Menurut dia, kondisi Kota Gorontalo masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain. Ia mengaku melihat sendiri bagaimana beberapa daerah harus berjibaku memenuhi kebutuhan pemerintahan di tengah keterbatasan anggaran.

Baca Juga:  Potensi Kebocoran PAD. Ratusan Reklame Tak Berizin di Kota Gorontalo Ditertibkan

Sementara di Kota Gorontalo, kata dia, sejumlah program masih dapat berjalan. Adhan menyebut PAD menjadi salah satu kekuatan utama keuangan Kota Gorontalo. Pada 2025, realisasi PAD disebut mencapai 102 persen atau lebih dari Rp399 miliar.

“Alhamdulillah, 2025 capaian kita PAD 102 persen, kurang lebih hampir Rp400 miliar. Rp399 miliar lebih sekian capaian kita,” ujarnya.

Bagi Adhan, capaian itu bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. PAD, kata dia, telah digunakan untuk membiayai pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan dan penataan sejumlah ruas jalan, antara lain Jalan dr. Zainal Umar Sidiki, Jalan Pangeran Hidayat II, dan Jalan Taman Buah.

Baca Juga:  Torang Bekeng Bae, Semua Drainase di Kota Gorontalo Dibersihkan

“Semua dari PAD. Tidak ada dari DAU,” tegasnya.

Ia juga menyebut pengadaan kendaraan senilai lebih dari Rp1 miliar yang menggunakan PAD.

Menurut Adhan, penggunaan tersebut menunjukkan bahwa pendapatan yang dikumpulkan pemerintah daerah dapat dikembalikan dalam bentuk pembiayaan pembangunan dan kebutuhan pemerintahan.

Di tengah capaian PAD tersebut, pemerintah kota tetap menghadapi tekanan fiskal. Adhan menyebut Kota Gorontalo mengalami pemotongan anggaran hingga Rp127 miliar.

“Kalau kita tahun ini dipotong Rp127 miliar,” katanya.

Pemotongan itu membuat pemerintah kota harus lebih cermat menjaga agar program pembangunan tidak ikut terhenti. Adhan mengatakan pemerintah tetap berupaya mempertahankan pembangunan dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah, termasuk PAD.

Bagi dia, kemampuan mengumpulkan PAD menjadi semakin penting ketika transfer dari pemerintah pusat mengalami tekanan.

Baca Juga:  Wali Kota Adhan Geram, Proyek Strategis Prabowo Dihalang GRIB Jaya di Gorontalo

Karena itu, Pemkot Gorontalo akan membicarakan persoalan PAD dengan pemerintah pusat. Adhan menyebut Wakil Wali Kota Gorontalo akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri agenda yang salah satunya membahas PAD.

“Besok wawali ke Jakarta, diundang untuk termasuk membicarakan PAD,” ujar Adhan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menghadapi tekanan anggaran sekaligus menjaga ruang fiskal bagi pembangunan.

Dengan pengalaman memimpin Kota Gorontalo selama dua periode, Adhan ingin PAD tidak berhenti sebagai angka capaian tahunan. Pendapatan itu, menurut dia, harus tetap menjadi salah satu modal utama agar roda pemerintahan dan pembangunan Kota Gorontalo terus bergerak.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel