Hibata.id – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengevaluasi realisasi pemanfaatan dana kelurahan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bhandayo Lo Yiladia (BLY), Ahad, 6 September 2026.
Dalam rapat tersebut, para lurah melaporkan capaian penggunaan dana kelurahan di wilayah masing-masing. Sejumlah kelurahan telah mencatat realisasi hingga 100 persen dan siap mengajukan pencairan tahap kedua.
Sementara itu, beberapa kelurahan lainnya masih mencatat realisasi pada kisaran 80 hingga lebih dari 90 persen.
Menanggapi laporan tersebut, Adhan meminta para camat memberi perhatian khusus kepada kelurahan yang realisasinya masih berada di kisaran 80 persen. Ia meminta camat segera memetakan kendala yang menghambat pelaksanaan program dan mencari solusi agar pekerjaan dapat segera dituntaskan.
“Nanti camat-camat, tolong diperhatikan itu. Petakan masalah dan selesaikan,” kata Adhan dalam Rakorev.
Adhan menargetkan seluruh program dan pembangunan yang menggunakan dana kelurahan dapat rampung sebelum Desember 2026. Ia ingin tidak ada pekerjaan tahun berjalan yang tertinggal hingga memasuki tahun anggaran berikutnya.
“Saya berharap sebelum Desember sudah selesai semuanya,” ujarnya.
Menurut Adhan, percepatan penyelesaian pekerjaan penting agar seluruh program pembangunan yang telah dianggarkan pada 2026 dapat dituntaskan tanpa menyisakan persoalan di tingkat kelurahan.
Ia berharap seluruh pekerjaan di Kota Gorontalo dapat selesai tahun ini sehingga pemerintah daerah bisa memasuki 2027 dengan fokus pada agenda pembangunan berikutnya.
“Insyaallah seluruh program tahun 2026 ini tidak ada masalah-masalah di kelurahan, semua pekerjaan selesai semua,” katanya.
Jika seluruh pekerjaan 2026 rampung sesuai target, Pemerintah Kota Gorontalo akan mulai memusatkan perhatian pada rencana pembangunan kantor wali kota baru pada 2027.
“Sehingga masuk di tahun 2027, Insyaallah kita akan mulai melakukan pengerjaan pembangunan kantor baru wali kota,” ujar Adhan.
Ia kembali menekankan pentingnya percepatan penyelesaian seluruh pekerjaan yang bersumber dari dana kelurahan. Adhan tidak ingin pekerjaan tahun berjalan masih tersisa dan kemudian menghambat pelaksanaan program pembangunan pada tahun berikutnya.
“Saya berharap semua pengerjaan pembangunan selesai di tahun 2026 sehingga kita ke depan fokus pada pembangunan berikutnya,” pungkasnya.












