Kabar

History of Karawo Jadi Daya Tarik HARFEST 2026, Ini Perjalanannya

×

History of Karawo Jadi Daya Tarik HARFEST 2026, Ini Perjalanannya

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, meninjau History of Karawo yang ditampilkan dalam Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 di Gorontalo Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo/Hibata.id
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, meninjau History of Karawo yang ditampilkan dalam Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 di Gorontalo Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Ketika Memasuki Gorontalo Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, pengunjung Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 tidak hanya disambut beragam produk kerajinan.

Di salah satu bagian gedung, terbentang deretan foto yang membawa pengunjung menyusuri perjalanan panjang Karawo, sulaman khas Gorontalo yang terus bertahan dan berkembang dari generasi ke generasi.

Rangkaian bertajuk “History of Karawo” itu seperti membuka kembali lembar demi lembar perjalanan Karawo selama 15 tahun.

Setiap foto dilengkapi keterangan yang menceritakan bagaimana Karawo tumbuh sejak Festival Karawo pertama digelar pada 2011.

Karawo melewati berbagai proses pengembangan, hingga semakin dekat dengan dunia fesyen dan ekonomi kreatif.

Perjalanan itu dimulai pada 17–18 Desember 2011. Saat itu, Festival Karawo pertama kali digelar melalui kolaborasi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan perbankan.

Festival tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan promosi sulaman khas Gorontalo.

Setahun setelahnya, perhatian tidak hanya tertuju pada festival. Pengembangan mulai menyentuh orang-orang yang berada di balik setiap helai Karawo, yaitu para perajin.

Mereka mendapat pelatihan menjahit hingga padu padan warna. Pada saat yang sama, promosi Karawo mulai merambah kanal daring agar semakin dikenal masyarakat luas.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Operator dan Amankan Excavator di PETI Sungai Alamotu, Tapi Pemiliknya Lolos?

Perjalanan berlanjut pada 2013. Pengembangan Karawo mulai diarahkan pada pengelolaan usaha, pengemasan, pemasaran, dan promosi. Festival Karawo pada tahun itu juga mencatatkan Rekor MURI.

Tradisional ke Panggung Fesyen

Memasuki 2014, Karawo mulai menemukan panggung yang lebih luas. Fashion show dan Karnaval Karawo menjadi bagian dari promosi.

Setahun kemudian, parade busana ikut melibatkan generasi muda, membuka ruang agar Karawo tidak berhenti sebagai warisan, tetapi terus hidup mengikuti perkembangan zaman.

Momentum besar kembali hadir pada 2016. Gorontalo Karnaval Karawo mengangkat kekayaan alam daerah sebagai sumber inspirasi.

Olele, Hutan Nantu, hiu paus hingga burung maleo diterjemahkan ke dalam kreativitas Karawo.

Pada tahun yang sama, sebanyak 1.000 penyulam Karawo juga mencatatkan Rekor MURI.

Perjalanan Karawo kemudian mendapat penguatan melalui kebijakan daerah. Pada 2017, lahir Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 tentang pengembangan kerajinan Karawo dan Upia Karanji.

Dukungan kepada perajin terus berlanjut. Pada 2018, sebanyak 200 perajin mendapatkan bantuan, sementara lomba menyulam ikut meramaikan Festival Karawo.

Setahun kemudian, Karawo melangkah lebih jauh. Pada 2019, sulaman khas Gorontalo itu tampil di Indonesia Fashion Week.

Baca Juga:  Nama Kades Karya Baru di Balik Dompeng Tambang ilegal Pohuwato

Gorontalo Karnaval Karawo pada tahun yang sama juga masuk dalam 100 Kalender Pariwisata Nasional.

Perjalanan panjang itu tidak selalu berlangsung mulus. Pandemi COVID-19 pada 2020 membuat berbagai kegiatan harus menyesuaikan keadaan.

Ruang berkumpul menjadi terbatas dan sejumlah agenda tidak bisa berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun, perjalanan Karawo tidak berhenti. Pada 2021, Festival Karawo kembali bergerak dengan format lebih sederhana. Karawo juga mendapat ruang dalam Hulonthalo Art & Craft Festival melalui peragaan busana.

Setelah kondisi berangsur pulih, Gorontalo Karnaval Karawo kembali digelar melalui parade di ruang terbuka pada 2022.

Karawo kembali hadir di hadapan masyarakat. Tidak sekadar sebagai kain bersulam, tetapi sebagai karya yang terus berkembang melalui kreativitas dan inovasi busana.

Karawo dan Ekonomi Kreatif

Memasuki 2023, arah pengembangan semakin luas. Karawo mulai diperkuat sebagai bagian dari ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas perajin, kompetisi desainer muda, Gorontalo Karnaval Karawo hingga keikutsertaan dalam Indonesia Fashion Week.

Antusiasme semakin terlihat pada 2024. Gorontalo Karnaval Karawo diikuti 50 kontingen, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Penguatan tidak hanya dilakukan melalui festival. Sebanyak 47 desainer dan perajin mengikuti workshop untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas bisnis, serta memperluas akses pasar.

Baca Juga:  HMI Pohuwato Sambangi Kantor Bupati, Tuding Pemda Pengecut dalam Menangani Kerusakan Lingkungan

Perjalanan itu berlanjut pada 2025. Gorontalo Karnaval Karawo kembali menjadi panggung promosi sulaman khas daerah.

Pelatihan menyulam juga terus dilakukan untuk menjaga keterampilan para perajin sekaligus membuka jalan bagi keberlanjutan Karawo.

Kini, jejak perjalanan tersebut kembali dipertemukan dalam satu ruang di HARFEST 2026.

Melalui “History of Karawo”, pengunjung dapat melihat bahwa perjalanan Karawo bukan sekadar cerita tentang selembar kain yang dihiasi sulaman.

Di baliknya ada perjalanan para perajin, desainer, festival, kebijakan daerah, promosi, hingga upaya membawa warisan budaya Gorontalo masuk ke ruang ekonomi kreatif yang lebih luas.

Lima belas tahun berlalu sejak Festival Karawo pertama digelar pada 2011.

Karawo pun terus bergerak mengikuti zaman. Dari tangan para penyulam, naik ke panggung fesyen, tampil dalam agenda nasional, hingga kini menjadi salah satu identitas budaya yang terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Dan di HARFEST 2026, perjalanan panjang itu bisa disaksikan kembali, foto demi foto, cerita demi cerita.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel