Kabar

Kemenhaj Gorontalo Tekankan Integritas dan Profesionalisme Aparatur

×

Kemenhaj Gorontalo Tekankan Integritas dan Profesionalisme Aparatur

Sebarkan artikel ini
Kemenhaj Gorontalo memperkuat SDM aparatur melalui pembinaan yang menitikberatkan pada integritas, profesionalisme, adaptasi, dan pelayanan jemaah/Hibata.id
Kemenhaj Gorontalo memperkuat SDM aparatur melalui pembinaan yang menitikberatkan pada integritas, profesionalisme, adaptasi, dan pelayanan jemaah/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji dan umrah.

Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembinaan SDM yang berlangsung di El Madinah Meeting Room, Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026.

Kegiatan itu menekankan tiga aspek utama, yakni peningkatan kapasitas aparatur, penguatan integritas, dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Biro OSDM Kemenhaj RI yang diwakili Kepala Bagian Pengelolaan SDM Kemenhaj RI Dr. H. Abdul Basir, M.Pd., didampingi Analis SDM Ahli Muda Kemenhaj RI H. Ahmad Mubasyir, memaparkan perkembangan jumlah pegawai Kemenhaj di Provinsi Gorontalo.

Abdul Basir menyebut jumlah pegawai Kemenhaj di Gorontalo meningkat dari sebelumnya delapan orang menjadi 68 orang yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Dari jumlah tersebut, 46 orang berstatus PNS dan 22 orang non-PNS.

Ia menilai komposisi pegawai yang relatif muda perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau diperhitungkan, lebih banyak PNS yang masih muda, mulai Penata Tingkat I dan Penata, totalnya sekitar 44 persen. Mestinya kalau banyak pegawai yang masih muda, produktivitasnya akan tinggi dan layanan kepada masyarakat juga lebih baik,” ujar Abdul Basir.

Baca Juga:  BPS Rilis: Kenaikan Nilai Tukar Petani Gorontalo Januari 2025

Abdul Basir juga meminta aparatur mengubah cara pandang terhadap pelayanan haji dan umrah. Menurut dia, penyelenggaraan haji bukan pekerjaan musiman yang hanya berlangsung selama masa operasional keberangkatan dan kepulangan jemaah.

“Tugas kita bukan tugas musiman,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan haji memerlukan persiapan panjang, meskipun operasional di lapangan berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Karena itu, aparatur harus menyiapkan seluruh kebutuhan pelayanan jauh sebelum musim haji dimulai.

“Kalau yang tahu dan pernah terlibat langsung, mereka akan paham bahwa haji ini tidak bisa dikerjakan hanya dua atau tiga bulan. Operasionalnya memang sekitar tiga bulan, tetapi untuk menyiapkan tiga bulan itu membutuhkan waktu bertahun-tahun,” jelasnya.

Ia mengibaratkan proses tersebut seperti pendidikan yang membutuhkan persiapan panjang untuk menghadapi ujian.

“Seperti anak sekolah, ujiannya hanya tiga hari, tetapi sekolahnya selama tiga tahun,” katanya.

Selain kapasitas dan profesionalisme, Abdul Basir menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam pembinaan SDM Kemenhaj. Ia meminta seluruh aparatur tetap mematuhi aturan dan menjaga amanah meskipun tidak berada di bawah pengawasan langsung atasan.

Baca Juga:  BI Buka Periode II Tukar Uang Baru Lebaran, Cek Jadwalnya

“Bapak dan Ibu harus menjaga integritas. Integritas itu tidak melakukan pelanggaran meskipun tanpa pengawasan atasan. Di mana pun berada, kita harus bisa menegakkan aturan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Menurut dia, perilaku aparatur menjadi bagian penting dalam membentuk kepercayaan masyarakat terhadap kementerian. Karena itu, setiap pegawai harus memahami bahwa kualitas pelayanan juga tercermin dari sikap dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan tugas.

“Kita dinilai oleh masyarakat. Kita satu-satunya kementerian yang mengurusi ibadah. Tidak ada kementerian zakat, tidak ada kementerian salat, tetapi ada Kementerian Haji,” ujarnya.

Ia menambahkan, aparatur Kemenhaj mengemban tanggung jawab besar karena terlibat langsung dalam pelayanan salah satu rangkaian ibadah umat Islam.

“Kita mengurus ibadah umat Islam yang paripurna. Kita menjadi orang-orang yang terpilih untuk bisa menyempurnakan ibadah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo Muhaiminul Azis Yunus menyampaikan tiga pesan utama dalam pembinaan SDM, yakni memperkuat integritas dan nilai dasar ASN, menjaga amanah, serta menjadi ASN yang profesional dan adaptif.

Baca Juga:  Gaji PPPK Paruh Waktu untuk Tenaga Honorer yang Tak Lulus Seleksi

“Kita senantiasa menjaga integritas dan berkomitmen pada regulasi yang telah ditetapkan,” terang Azis.

Ia meminta seluruh jajaran tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat. Pada saat yang sama, aparatur perlu terus meningkatkan pengetahuan dan menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi.

“Jangan mencederai amanah. Kami berharap seluruh jajaran terus belajar dan menyesuaikan dengan regulasi. Setiap ada regulasi kami share di grup WhatsApp agar kita bisa membaca dan menjelaskannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Azis juga menekankan pentingnya kemampuan aparatur mengikuti perkembangan teknologi digital sebagai bagian dari profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Harus selalu adaptif dalam penyelenggaraan teknologi digital,” tegasnya.

Melalui pembinaan tersebut, Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo mendorong peningkatan jumlah SDM berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas, integritas, dan kemampuan adaptasi aparatur.

Dengan penguatan tersebut, pelayanan kepada jemaah haji dan umrah diharapkan tidak hanya berjalan selama musim penyelenggaraan haji, tetapi dipersiapkan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel