Kabar

Bukan Berburu Tilang, Operasi Patuh Otanaha Utamakan Keselamatan

×

Bukan Berburu Tilang, Operasi Patuh Otanaha Utamakan Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo Kombes Pol. Lukman Cahyono/Hibata.id
Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo Kombes Pol. Lukman Cahyono/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Jalan raya bukan lintasan balap. Lampu merah bukan sekadar warna yang menghiasi persimpangan.

Helm pun bukan aksesoris untuk melengkapi penampilan pengendara. Semua memiliki fungsi yang sama, yakni menjaga keselamatan di jalan.

Pesan itulah yang kembali digaungkan Polda Gorontalo melalui Operasi Patuh Otanaha 2026.

Sebanyak 300 personel dikerahkan untuk menertibkan lalu lintas, mengedukasi pengendara, dan menekan risiko kecelakaan selama operasi yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Dedy Suhartono memimpin apel gelar pasukan pada Senin (26/10).

Selama 14 hari, polisi akan menggabungkan edukasi, patroli, pengaturan lalu lintas, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat di jalan raya.

Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo Kombes Pol. Lukman Cahyono mengatakan, operasi tersebut menyasar tiga tujuan utama.

Diantaranya, meningkatkan kesadaran berlalu lintas, mengurangi jumlah kecelakaan beserta tingkat fatalitasnya, dan menekan angka pelanggaran.

“Kami berharap melalui Operasi Patuh ini, masyarakat semakin tertib saat menggunakan jalan,” katanya.

Namun, operasi ini bukan semata-mata soal berapa banyak pengendara yang terkena tilang.

Polisi juga ingin memastikan masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas bukan sekadar kumpulan larangan, melainkan perlindungan bagi setiap orang yang berbagi jalan.

Baca Juga:  Puluhan Pelaku UMKM Lokal di Gorontalo Berlatih Public Speaking

Polisi Hadir Saat Jalan Mulai Sibuk

Pagi hari, jalan raya dipenuhi orang yang mengejar waktu. Ada yang berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, atau bergegas mengejar aktivitas lainnya.

Pada sore hari, arus serupa kembali terjadi ketika masyarakat pulang ke rumah.

Pada jam-jam seperti itulah kehadiran petugas menjadi penting.

Lukman mengatakan, pihaknya akan menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan.

Petugas bertugas mengatur arus kendaraan sekaligus membantu masyarakat agar perjalanan berlangsung lebih aman dan lancar.

Ia juga mengarahkan anggota agar tidak melakukan razia secara tersembunyi pada jam sibuk.

Pada waktu tersebut, polisi diminta memprioritaskan pelayanan melalui pengaturan lalu lintas dan pencegahan kecelakaan.

“Kami mengedepankan langkah preventif yang bersifat proaktif. Artinya, personel hadir pada waktu dan lokasi yang dibutuhkan masyarakat untuk mencegah kemacetan, mengurangi risiko kecelakaan, dan menciptakan keamanan serta keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

Selain menempatkan personel di jalan, polisi menjalankan pendekatan preemtif melalui sosialisasi dan edukasi.

Petugas juga memasang spanduk, banner, serta media imbauan agar pesan keselamatan menjangkau lebih banyak pengguna jalan.

Dengan cara tersebut, kepolisian berharap masyarakat tertib bukan hanya ketika melihat petugas, melainkan juga saat berkendara tanpa pengawasan langsung.

Baca Juga:  Ultimatum ke Pani Gold Project, RADO: Jangan Sampai Insiden 21 September Terulang

Bukan Semua Pelanggaran Berujung Tilang

Dalam Operasi Patuh Otanaha 2026, penegakan hukum tetap menjadi bagian penting. Namun, polisi menyatakan tidak akan menyamaratakan semua pelanggaran.

Lukman menjelaskan, petugas akan menggunakan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), tilang manual, dan teguran simpatik sesuai kondisi di lapangan.

Jika pelanggaran masih dapat ditangani melalui imbauan dan edukasi, petugas akan mengutamakan pendekatan tersebut. Sebaliknya, pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan menjadi prioritas penindakan.

Sasarannya antara lain kendaraan yang mengalami kelebihan muatan atau overload, balapan liar, pelanggaran ketentuan berboncengan, serta pengendara yang melawan arus.

Pelanggaran semacam itu bukan sekadar urusan administrasi. Di jalan raya, satu keputusan ceroboh dapat membahayakan pengendara lain yang sudah berusaha mematuhi aturan.

“Kami ingin merangkul masyarakat agar bersama-sama mewujudkan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas tanpa harus selalu mengedepankan penegakan hukum,” katanya.

Pendekatan humanis, menurut Lukman, menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan tanggung jawab masyarakat. Polisi tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga mendorong pengendara memahami alasan di balik aturan yang harus mereka patuhi.

Polda Gorontalo juga membuka kemungkinan menerapkan sidang di tempat pada minggu kedua pelaksanaan operasi.

Namun, rencana tersebut masih dalam tahap evaluasi dan belum diterapkan pada awal operasi.

Baca Juga:  Didesak Ribuan Peserta, Panitia Akhirnya Ungkap Isi Mystery Box Fun Run Gorontalo

Lukman mengatakan, mekanisme itu diharapkan dapat membantu masyarakat memahami proses penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas melalui persidangan.

Kepolisian juga ingin memberikan pemahaman mengenai perbedaan pembayaran denda berdasarkan putusan pengadilan dan pembayaran denda maksimal melalui mekanisme penitipan denda.

Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengikuti prosedur penyelesaian pelanggaran secara tepat dan transparan.

Operasi Patuh Otanaha 2026 berlangsung selama dua pekan. Namun, pesan keselamatan yang dibawanya tidak semestinya berhenti ketika operasi berakhir.

Memakai helm sesuai ketentuan, mematuhi lampu lalu lintas, tidak melawan arus, menghindari balapan liar, dan memastikan kendaraan memenuhi persyaratan merupakan bagian dari tanggung jawab setiap pengendara.

Polisi dapat mengatur lalu lintas, memberikan teguran, hingga menindak pelanggaran. Namun, keputusan untuk berkendara secara tertib tetap berada di tangan masing-masing pengguna jalan.

Sebab, jalan raya bukan hanya milik mereka yang sedang terburu-buru. Jalan itu digunakan bersama, sehingga keselamatan satu orang turut berkaitan dengan keselamatan orang lain.

Melalui Operasi Patuh Otanaha 2026, Polda Gorontalo berharap tumbuh kesadaran bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari tilang, melainkan untuk memastikan setiap orang dapat berangkat dan pulang dengan selamat.