Hibata.id, Boalemo – Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali menemukan kasus anak putus sekolah saat melakukan penjangkauan calon siswa Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 71 di Desa Tangga Jaya, Kecamatan Dulupi.
Temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah tidak selalu dipengaruhi keterbatasan ekonomi, tetapi juga rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan di lingkungan keluarga.
Saat berdialog dengan warga, Lahmuddin mendapati seorang orang tua yang mengaku anaknya sudah tidak bersekolah.
Orang tua tersebut menyebutkan bahwa keputusan itu bukan disebabkan kendala biaya, melainkan karena sang anak tidak ingin melanjutkan pendidikan.
Menurut Lahmuddin, kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa masih terdapat tantangan dalam membangun kesadaran pendidikan di tengah masyarakat.
“Banyak orang tua yang latar belakang pendidikannya rendah atau pernah mengalami putus sekolah. Kondisi ini sering membuat mereka kesulitan memberikan motivasi dan pemahaman kepada anak tentang pentingnya pendidikan,” ujarnya saat memberikan arahan kepada aparat desa se-Kecamatan Dulupi, Kamis.
Ia menjelaskan, ketika seorang anak memutuskan berhenti sekolah, sebagian keluarga belum memiliki kemampuan untuk meyakinkan anak agar kembali melanjutkan pendidikan.
Karena itu, peran pemerintah desa dinilai sangat penting dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Lahmuddin meminta aparat desa tidak hanya fokus mendata calon siswa yang memenuhi kriteria penerima manfaat Program Sekolah Rakyat Terintegrasi, tetapi juga aktif melakukan pendekatan kepada keluarga yang memiliki anak putus sekolah.
“Aparat desa harus hadir membantu masyarakat. Jangan hanya menerima ketika orang tua mengatakan anaknya tidak mau sekolah. Kita harus memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama yang harus diperjuangkan,” tegasnya.
Menurut dia, Program Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui dukungan fasilitas belajar yang memadai.
Pemerintah Kabupaten Boalemo saat ini terus melakukan penjangkauan langsung ke desa-desa guna memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan tidak kehilangan akses belajar akibat faktor ekonomi maupun rendahnya kesadaran pendidikan dalam keluarga.
Lahmuddin berharap aparat desa, pendamping sosial, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi membantu pemerintah mengidentifikasi sekaligus mendampingi keluarga yang memiliki anak putus sekolah agar bersedia kembali melanjutkan pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Pendataan calon siswa SRT di Desa Tangga Jaya merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.












