Hibata.id, Bolmut – Rumah Lukaku Indonesia (RLI) bersama organisasi kepemudaan dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara, menggelar layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di RSUD Bintauna, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan melalui program Gerakan Bersama Merawat Negeri (GBMN) itu merupakan bagian dari RLI Road Show Kesehatan Primer 100 Tempat di Sulawesi Utara Season 16 dan diikuti sekitar 300 hingga 500 peserta.
Kegiatan tersebut diinisiasi Milenial Bintauna dan dipimpin Ketua DPD RLI Boltara, Ns. Fadli S. Rahim, S.Kep., yang juga bertindak sebagai ketua panitia.
Ketua Umum Rumah Lukaku Indonesia, Faris Sindring, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemuda, dan pemerintah daerah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan dasar.
“Kolaborasi seperti ini penting agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara langsung, khususnya kelompok yang membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan primer,” kata Faris, Sabtu (8/8/2026).
Ia mengatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Boltara menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan. Dukungan tersebut mencakup komitmen pemerintah daerah terhadap pelayanan kesehatan inklusif, dukungan Dinas Kesehatan Boltara terhadap integrasi program kesehatan, serta penyediaan fasilitas oleh RSUD Bintauna.
Berbagai layanan diberikan dalam kegiatan tersebut. RLI menyediakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan umum gratis bagi sekitar 50 hingga 100 warga, sunatan massal gratis dengan kuota hingga 100 anak, serta pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis bagi warga lanjut usia berusia di atas 60 tahun.
RLI juga memberikan subsidi kacamata berupa lensa dan bingkai sesuai ukuran bagi masyarakat pralanjut usia hingga usia 60 tahun.
Selain itu, masyarakat mendapat layanan skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), tekanan Ankle-Brachial Index (ABI), serta perawatan luka modern.
Faris mengatakan tim RLI juga memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit kronis tidak menular.
“Rangkaian pelayanan ini diharapkan membantu masyarakat melakukan deteksi dini sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mengelola penyakit kronis,” ujarnya.
Menurut Faris, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pelayanan sosial, tetapi juga menjadi ruang bagi pemuda dan organisasi masyarakat untuk berkontribusi dalam mendukung program kesehatan pemerintah.
Ia mengapresiasi DPD RLI Boltara, Milenial Bintauna, Pemerintah Kabupaten Boltara, Dinas Kesehatan Boltara, dan RSUD Bintauna yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
“Rumah Lukaku Indonesia merupakan yayasan yang berupaya menghadirkan ide dan inovasi untuk membantu penguatan program kesehatan primer pemerintah. Kami ingin berkontribusi melalui program yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Faris menambahkan keterlibatan pemuda dalam pembangunan tidak hanya melalui penyampaian kritik, tetapi juga melalui gagasan, tenaga, dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemuda dan organisasi sosial memiliki ruang yang besar untuk membantu pemerintah menjawab persoalan di tengah masyarakat melalui aksi yang konstruktif dan berkelanjutan,” ujarnya.












