Kota Gorontalo

Dari Rumah Oma Hano Bahu hingga Lansia Terlantar, Wali Kota Adhan Pastikan Negara Hadir

×

Dari Rumah Oma Hano Bahu hingga Lansia Terlantar, Wali Kota Adhan Pastikan Negara Hadir

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat bertemu dengan Oma Hano Bahu, seorang lanjut usia (lansia) di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat,  (Foto: Humas)
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat bertemu dengan Oma Hano Bahu, seorang lanjut usia (lansia) di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat,  (Foto: Humas)

Hibata.id – Usai meletakkan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi Oma Hano Bahu, seorang lanjut usia (lansia) di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea tidak langsung mengakhiri agenda sosialnya.

Bersama Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid, Kepala Dinas Sosial Kota Gorontalo Eladona Sidiki, Ketua BAZNAS Kota Gorontalo, serta jajaran Pemerintah Kota Gorontalo, ia kembali turun ke lapangan untuk menjemput dua lansia yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Rombongan bergerak menuju Kelurahan Tomulobuta’o dan Kelurahan Molosipat U. Di dua lokasi tersebut, Wali Kota Adhan melihat langsung kondisi kehidupan para lansia yang menjalani masa tua dengan situasi berbeda, namun sama-sama membutuhkan kehadiran negara.

Di Kelurahan Tomulobuta’o, kisah Hano Maruf menjadi gambaran pilu tentang seorang lansia yang menjalani hari-hari terakhirnya dalam kesendirian. Hidup sebatang kara di sebuah rumah sederhana, kondisi tubuhnya yang mengalami kelumpuhan membuat Hano hanya dapat terbaring di tempat tidur tanpa keluarga yang merawat.

Baca Juga:  Marten Taha Kunjungi Pemkab Gorut, Ini yang Dibahas!

Selama ini, kebutuhan sehari-harinya banyak dibantu oleh tetangga yang datang melihat kondisi dan memberikan bantuan semampunya.

Melihat keadaan tersebut, Wali Kota Adhan langsung menginstruksikan agar Hano Maruf dievakuasi ke Rumah Singgah milik Pemerintah Kota Gorontalo. Di tempat tersebut, Hano akan memperoleh perawatan, makanan, serta pendampingan agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Berbeda dengan Hano Maruf, lansia lainnya, Hasan Hamid yang tinggal di Kelurahan Molosipat U, masih mendapatkan perhatian dari keluarga. Hasan masih dirawat oleh keponakannya yang setia mendampingi.

Karena masih memiliki keluarga yang mengurusnya, Pemerintah Kota Gorontalo memutuskan Hasan tetap tinggal di rumahnya. Kendati demikian, pemerintah memastikan bantuan sosial dan pemantauan terhadap kondisi Hasan akan terus diberikan.

Bagi Wali Kota Adhan, langkah tersebut bukan sekadar menindaklanjuti laporan masyarakat. Menurutnya, perhatian terhadap warga rentan merupakan komitmen yang telah ia sampaikan sejak awal memimpin Kota Gorontalo.

Baca Juga:  Adhan Dambea Dapat Dukungan IDI Pusat untuk Benahi RS Pemkot

Saat mengumpulkan para lurah dan camat pada awal masa kepemimpinannya, Adhan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin lagi mendengar ada warga Kota Gorontalo yang hidup terlantar atau kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Ia meminta aparat pemerintahan di tingkat kelurahan dan kecamatan mengetahui kondisi warganya, terutama mereka yang hidup sendiri, sakit, lanjut usia, maupun tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup.

Komitmen itu kembali ditegaskan saat dirinya meninjau kondisi dua lansia tersebut. Adhan menyebut amanat konstitusi telah menegaskan bahwa fakir miskin dan warga terlantar menjadi tanggung jawab negara.

“Kalau ada masyarakat yang kondisinya seperti itu, segera kita akomodasi. Mengurus rakyat adalah tanggung jawab seorang pemimpin. Ini bukan hanya tanggung jawab kepada masyarakat, tetapi juga tanggung jawab dunia dan akhirat,” tegas Adhan.

Baca Juga:  Menjelang Akhir Tahun, Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Botol Miras

Ia bahkan membuka kemungkinan pengembangan Rumah Singgah Pemerintah Kota Gorontalo menjadi fasilitas yang lebih besar dengan fungsi seperti panti sosial bagi lansia, apabila jumlah warga lanjut usia terlantar terus meningkat.

Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan pelayanan yang lebih baik agar para lansia dapat menjalani masa tua dengan aman dan bermartabat.

Dalam satu hari, Pemerintah Kota Gorontalo tidak hanya memulai pembangunan rumah layak huni bagi Oma Hano Bahu, tetapi juga memastikan Hano Maruf mendapatkan tempat tinggal yang aman serta memberikan pendampingan kepada Hasan Hamid.

Bagi Pemerintah Kota Gorontalo, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur dan bangunan fisik. Pembangunan juga berarti memastikan setiap warga, terutama mereka yang renta, sakit, hidup sendiri, dan kehilangan tempat bergantung, tetap merasakan kehadiran pemerintah di sisinya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel