Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo kembali memperkuat sektor usaha kecil melalui program pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 66 pelaku usaha mikro dan tenaga kerja mandiri (TKM) menerima bantuan berupa bahan baku serta peralatan kerja untuk mendukung keberlanjutan usaha mereka.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Loka Latihan Kerja (LLK) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Gorontalo, Selasa, 7 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Muttakin Adam, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Haryono Soeronoto, serta jajaran Pemerintah Kota Gorontalo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan stimulan non-tunai dengan nilai sekitar Rp2 juta hingga lebih dari Rp3 juta untuk setiap penerima.
Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha, baik dalam bentuk bahan baku maupun peralatan kerja.
“Program ini dirancang untuk mendukung keberlanjutan usaha baru sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha agar dapat berkembang secara mandiri,” ujar Muttakin.
Dari 66 penerima bantuan, sebanyak 57 orang merupakan pelaku usaha mikro. Mereka terdiri atas 20 pelaku usaha pembuat kue, 21 pelaku usaha warung makan, delapan pelaku usaha laundry, dan delapan pelaku usaha bengkel.
Sementara bantuan produktivitas bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) diberikan kepada sembilan orang, dengan rincian empat pelaku usaha pembuat kue, dua pelaku usaha warung makan, dua pelaku usaha salon kecantikan, serta satu pelaku usaha tailor atau penjahit.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan usaha, mulai dari bahan baku pembuatan kue, alat dan bahan menjahit, mesin cuci untuk usaha laundry, kompresor untuk bengkel, hingga perlengkapan salon kecantikan.
Menurut Muttakin, penerima bantuan kategori tenaga kerja mandiri merupakan alumni pelatihan di LLK UKM Kota Gorontalo. Lembaga tersebut selama ini menjadi pusat peningkatan kompetensi masyarakat melalui berbagai pelatihan keterampilan, seperti perbengkelan motor dan mobil, tata kecantikan, pembuatan kue, menjahit, hingga desain grafis.
Pada awal 2026, LLK UKM Kota Gorontalo juga telah menyelesaikan pelatihan perbengkelan dan desain grafis yang meluluskan sekitar 50 peserta baru.
Program pelatihan tersebut menyasar pencari kerja yang belum memiliki usaha maupun masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan melalui proses peningkatan keterampilan atau up-skilling.
“Sasarannya adalah tenaga kerja usia produktif, termasuk lulusan SMP, SMA, hingga perguruan tinggi yang memiliki keinginan membangun usaha secara mandiri,” kata Muttakin.
Pemerintah Kota Gorontalo berharap bantuan usaha yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan ini mampu melahirkan lebih banyak wirausaha baru yang kompetitif, membuka peluang kerja, serta memperkuat fondasi ekonomi daerah.












