Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo menegaskan komitmennya untuk menekan angka anak tidak sekolah hingga mencapai nol. Instruksi tersebut menjadi perhatian utama Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea yang meminta seluruh jajaran, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan hak pendidikannya.
Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo Husin Ali dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, serta kemasyarakatan Tahun 2026 di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Selasa malam, 7 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Oma Cafe Tamendao tersebut merupakan titik ke-28 dari target kunjungan Pemerintah Kota Gorontalo ke 50 kelurahan.
Dalam pemaparannya, Husin mengatakan pesan utama yang disampaikan Wali Kota Adhan adalah memastikan tidak ada lagi anak di Kota Gorontalo yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah.
“Pesan Wali Kota kepada kami sangat jelas, pastikan tidak ada satu pun anak yang tidak sekolah. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah,” ujar Husin.
Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini masih terdapat 2.413 anak tidak sekolah di Kota Gorontalo. Dari seluruh kelurahan yang ada, baru Kelurahan Padebuolo yang berhasil mencatatkan angka nol anak tidak sekolah.
Untuk mengejar target tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo menjalankan sejumlah strategi, salah satunya melalui pemerataan kualitas pendidikan dengan mendorong masyarakat memilih sekolah yang berada paling dekat dengan tempat tinggal.
Menurut Husin, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang merata di seluruh wilayah kota, sekaligus menghapus anggapan mengenai sekolah favorit dan sekolah yang kurang diminati.
“Di sini ada SMP 9. Sekolah tersebut sudah kita desain menjadi sekolah yang terbaik. Mari kita memilih sekolah bukan berdasarkan papan nama sekolah, tetapi menjadikan anak kita sebagai bintang di sekolah. Sekolah akan besar karena anak-anak kita yang berprestasi di sana,” katanya.
Ia mengajak para orang tua untuk mendukung kebijakan tersebut dengan menyekolahkan anak di sekolah terdekat dari tempat tinggal. Selain mempermudah pengawasan, langkah itu juga dinilai dapat mempercepat pemerataan mutu pendidikan di setiap wilayah.
“Kalau sekolah dekat rumah, orang tua lebih mudah memastikan anak benar-benar sampai ke sekolah. Dibanding harus bersekolah jauh, tetapi tidak sampai ke sekolah,” ujar Husin.
Husin memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas sekolah yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. Pemerintah Kota Gorontalo, kata dia, terus melakukan peningkatan kualitas seluruh satuan pendidikan agar setiap kecamatan memiliki pusat keunggulan pendidikan masing-masing.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo berharap angka anak tidak sekolah dapat terus ditekan hingga mencapai nol, sekaligus mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan tanpa bergantung pada label sekolah tertentu.












