Hibata.id – Program Street Food yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo terus menuai apresiasi dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Memasuki pelaksanaan jilid IV, para pedagang mengaku program tersebut tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga membuka peluang promosi bagi usaha yang masih berkembang.
Sejak pertama kali digelar, Street Food telah berpindah di sejumlah titik. Jilid I berlangsung di ruas Jalan Nani Wartabone, mulai dari depan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo hingga kawasan perempatan McDonald’s. Jilid II dipusatkan di kawasan SMAN 3 Gorontalo, sedangkan jilid III digelar di kawasan eks Pasar Jajan atau Kampung Cina.
Hingga kini, Street Food Jilid II di kawasan SMAN 3 Gorontalo dan Street Food Jilid III di Kampung Cina masih terus beroperasi dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setiap pelaksanaannya.
Program yang diinisiasi Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea itu dinilai berhasil menggerakkan perekonomian lokal dengan menyediakan ruang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus menghadirkan lebih banyak pengunjung.
Pupi, salah seorang pelaku UMKM yang menjual aksesori handmade, pisang goreng, dan keripik cocol, mengaku pendapatannya meningkat sejak berjualan di kawasan Street Food Jilid II.
Ia mengatakan, meski juga memiliki lapak di kawasan Taruna Remaja, omzet yang diperoleh di Street Food jauh lebih tinggi.
“Saya juga punya lapak di kawasan Taruna. Kalau saya bandingkan dengan yang di sana, pendapatan saya yang di sini lebih meningkat. Alhamdulillah,” katanya.
Karena itu, Pupi berharap Pemerintah Kota Gorontalo mempertahankan pelaksanaan Street Food Jilid II.
“Kalau bisa, Street Food yang di sini diteruskan, Pak Wali. Street Food 2 mantap,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Putri, pedagang aneka olahan ayam dan mi. Meski baru pertama kali berjualan di kawasan Street Food, ia langsung merasakan dampak positif dari tingginya jumlah pengunjung.
Menurutnya, ramainya masyarakat yang datang tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi pelaku UMKM yang baru merintis usaha.
“Terima kasih Pak Wali Kota karena telah melaksanakan kegiatan ini. Ini sangat luar biasa dan sangat membantu kami para UMKM, sekaligus menjadi bagian dari promosi usaha kami yang baru merintis,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Della Sidiki, penjual siomai dan batagor. Ia menilai program Street Food menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam membantu meningkatkan perekonomian keluarga pelaku UMKM.
Menurut Della, kehadiran Street Food membuat usahanya lebih dikenal masyarakat dan menghadirkan pelanggan baru yang sebelumnya tidak mengetahui lokasi tempat ia berjualan.
“Terima kasih Pak Wali Kota. Ini sangat membantu kami dan sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk berjualan di sini. Sekali lagi terima kasih banyak. Semoga Bapak sehat dan selalu dalam lindungan Allah,” ujarnya.
Berbagai testimoni para pelaku UMKM tersebut menunjukkan bahwa Street Food tidak hanya menghadirkan pusat kuliner dan hiburan malam, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tingginya jumlah pengunjung dalam setiap pelaksanaan dinilai mampu memperluas pasar, meningkatkan pendapatan pedagang, serta memperkuat promosi produk-produk lokal di Kota Gorontalo.












