Kabar

Baru Diresmikan Prabowo, Dermaga KNMP Leato Dilaporkan Rusak

×

Baru Diresmikan Prabowo, Dermaga KNMP Leato Dilaporkan Rusak

Sebarkan artikel ini
Dermaga di Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Kota Gorontalo, mengalami kerusakan usai diterjang gelombang tinggi. DKP Gorontalo menyebut bagian yang rusak bukan struktur utama/Hibata.id
Dermaga di Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Kota Gorontalo, mengalami kerusakan usai diterjang gelombang tinggi. DKP Gorontalo menyebut bagian yang rusak bukan struktur utama/Hibata.id

Hibata.id, Kota Gorontalo Ombak tak pernah datang untuk basa-basi. Sekali menghantam, yang diuji bukan cuma beton, tapi juga seberapa matang sebuah bangunan disiapkan menghadapi alam.

Itulah yang kini menjadi perhatian publik setelah bagian pondasi dermaga kapal di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, dilaporkan mengalami kerusakan usai diterjang gelombang tinggi.

Peristiwa ini cepat menyita perhatian. Bukan semata karena lokasinya berada di kawasan pesisir, melainkan karena KNMP Leato pernah menjadi sorotan nasional sebagai bagian dari program pengembangan kampung nelayan.

Pantauan di lokasi memperlihatkan struktur penyangga di sekitar dermaga mengalami kerusakan yang cukup terlihat. Pada beberapa titik, konstruksi tampak bergeser, retak, bahkan mengalami penurunan di area pondasi yang langsung berhadapan dengan laut.

Baca Juga:  Whip Cream: Kenali Fungsi, Jenis-Jenis, dan Pilihan Produk untuk Bisnis F&B

Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Gorontalo memang kurang bersahabat. Hujan turun dengan intensitas tinggi, angin ikut bermain, dan gelombang laut datang dengan tenaga ekstra.

Namun pertanyaannya sederhana, apakah ini semata soal cuaca?

Sebab kalau bicara bangunan di pesisir, gelombang tinggi bukan tamu baru. Abrasi, tekanan air laut, angin kencang, hingga perubahan cuaca adalah paket lengkap yang seharusnya sudah masuk dalam hitungan sejak tahap perencanaan.

Apalagi fasilitas ini dibangun untuk masyarakat nelayan—orang-orang yang setiap hari hidup berdampingan dengan laut, bukan sekadar melihatnya dari kejauhan.

Baca Juga:  Beras Pohuwato Tak Layak Dikonsumsi, Kadis Pangan Kok Baru Tahu?

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Iya, saya sudah koordinasi dengan Kadis Perikanan Kota. Alhamdulillah ini bukan pondasi shelter yang menjadi salah satu bangunan utama. Kami sudah menginformasikan hal ini ke KKP sebagai pemilik program KNMP,” ujar Aryanto saat dikonfirmasi Senin (18/06/2026).

Pernyataan itu memberi penjelasan bahwa struktur utama tidak terdampak. Kabar yang tentu sedikit melegakan.

Tetapi publik tampaknya belum selesai dengan rasa penasarannya.

Sebab meski yang rusak disebut bukan bangunan utama, fasilitas penunjang tetap punya fungsi penting.

Dermaga bukan pajangan pelengkap foto peresmian. Ia adalah bagian dari aktivitas nelayan, tempat mobilitas berlangsung, tempat ekonomi kecil bergerak.

Baca Juga:  Di Tengah Lumpur dan Duka, Muncul Pahlawan Kecil Bernama Fahmi

Karena itu, evaluasi teknis menjadi penting—bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan memastikan fasilitas publik benar-benar dibangun dengan daya tahan yang sesuai kebutuhan lapangan.

Jika gelombang tinggi menjadi penyebab utama, itu masuk akal. Tetapi jika ada faktor lain seperti kualitas material, metode pengerjaan, atau aspek teknis lain yang perlu diperiksa, publik tentu layak mengetahui.

Pada akhirnya, masyarakat hanya ingin satu hal sederhana: fasilitas yang dibangun untuk nelayan benar-benar kuat digunakan, bukan justru cepat diuji sebelum waktunya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel