HeadlineKabar

Inflasi Gorontalo Capai 4,77 Persen, Bawang Merah hingga Cabai Rawit Jadi Pemicu

×

Inflasi Gorontalo Capai 4,77 Persen, Bawang Merah hingga Cabai Rawit Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo menembus Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. (Foto: Hibata.id)
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo menembus Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. (Foto: Hibata.id)

Hibata.id, Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di Provinsi Gorontalo pada Juni 2026 mencapai 4,77 persen.

Angka ini meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Scroll untuk baca berita

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama bawang merah, beras, tomat, cabai rawit, serta berbagai jenis ikan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi.

Berdasarkan data Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Gorontalo yang dirilis pada 1 Juli 2026, inflasi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 112,86, naik dari 107,72 pada Juni 2025.

Selain inflasi tahunan, Gorontalo juga mengalami inflasi bulanan (month to month) sebesar 2,11 persen dan inflasi tahun kalender (year to date) sebesar 3,27 persen.

Baca Juga:  Limonu Pilih Mundur dari KUD Dharma Tani, Posisi Idris Kadji Jadi Sorotan

BPS mencatat inflasi tahunan terjadi karena kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi mencapai 9,21 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,45 persen.

Sementara transportasi 3,53 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,33 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,78 persen.

Sedangkan, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi sebesar 2,29 persen.

Secara komoditas, kenaikan harga bawang merah, beras, tomat, ikan selar (ikan tude), ikan layang (ikan benggol), ikan cakalang, cabai rawit, emas perhiasan, dan angkutan udara memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan di Gorontalo.

Sebaliknya, penurunan harga terong, air kemasan, telur ayam ras, kopi bubuk, sandal anak, hingga obat resep membantu menahan laju inflasi.

Baca Juga:  Aktivis Dibungkam, Aswad Lihawa: “Negara Ini Akan Hancur Jika Aktivis Mati”

Untuk inflasi bulanan pada Juni 2026, lonjakan harga cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan andil sekitar 0,659 persen, diikuti bawang merah, tomat, beras, serta ikan selar.

Di sisi lain, harga daging ayam ras, ikan mujair, telur ayam ras, ikan asap, dan ketimun mengalami penurunan sehingga memberikan kontribusi terhadap deflasi bulanan.

BPS juga mencatat perbedaan tingkat inflasi di dua daerah penghitungan IHK di Provinsi Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi tahunan lebih tinggi, yakni 5,86 persen dengan IHK 115,28, sedangkan Kota Gorontalo mencatat inflasi 3,47 persen dengan IHK 110,02.

Secara keseluruhan, inflasi Provinsi Gorontalo berada di angka 4,77 persen.

Baca Juga:  Cuaca Panas Ekstrem Melanda Gorontalo, Ini Penjelasan BMKG

Dari sisi kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi dengan andil 3,34 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,57 persen, transportasi 0,37 persen, perumahan 0,25 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,22 persen.

Kondisi ini menunjukkan tekanan inflasi di Gorontalo masih didominasi oleh kenaikan harga bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Data BPS tersebut menjadi gambaran perkembangan harga di Gorontalo selama Juni 2026 sekaligus menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel