Kabar

Realisasi Anggaran 2025 di Desa Bulili, Pohuwato Perlu ada Kejelasan

×

Realisasi Anggaran 2025 di Desa Bulili, Pohuwato Perlu ada Kejelasan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Oknum Kepala Desa/Hibata.id
Ilustrasi Oknum Kepala Desa/Hibata.id

Hibata.id – Seharusnya, tahun 2025 menjadi momentum percepatan pembangunan bagi masyarakat Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Namun hingga penghujung tahun 2025, belum terlihat pembangunan fisik yang signifikan, terutama pada infrastruktur dasar desa.

Scroll untuk baca berita

Seorang warga Desa Bulili yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dalam APBDes 2025 terdapat beberapa item pembangunan yang direncanakan.

Di antaranya pembangunan saluran irigasi atau drainase, pembangunan jamban bagi warga penerima manfaat, serta pembangunan Taman Baca Al-Qur’an, dengan alokasi anggaran yang berbeda-beda.

“APBDes 2025 itu belum dilaksanakan sepenuhnya, tapi realisasi penyerapan anggarannya sudah diklaim 100 persen. Untuk pembangunan drainase anggarannya Rp42 juta, ada 119 sak semen untuk pekerjaan drainase,” ujar warga tersebut, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga:  Fasilitas Baru New Sunrise Hotel Pohuwato Diresmikan, Kolam Renang Dibuka untuk Umum

Selain drainase, warga juga mempertanyakan progres pembangunan jamban yang direncanakan sebanyak empat unit dengan total anggaran Rp17 juta.

Menurutnya, hingga akhir tahun, baru satu unit jamban yang sementara dikerjakan, sementara tiga unit lainnya belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

“Pembangunan jamban itu empat unit, tapi baru satu yang dikerjakan. Yang lain belum, padahal ini sudah akhir tahun. Saya juga tidak melihat ada RAB itu,” katanya.

Klarifikasi Pemerintah Desa

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, Muhtar Lopuo, memberikan penjelasan terkait keterlambatan sejumlah kegiatan pembangunan desa.

Baca Juga:  Efek Diperiksa Kejari, Sejumlah Jabatan DLH Pohuwato Mulai Ditinggalkan

Ia mengatakan salah satu pekerjaan yang belum dimulai adalah pembangunan saluran irigasi. Menurutnya, keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh penggunaan anggaran yang tidak sesuai.

“Itu bukan karena dananya sudah dipakai. Dananya sudah ada di pihak ketiga atau penyedia. Kendalanya ada di tukang, karena tukang yang biasa bekerja sementara ada pekerjaan lain,” ujar Muhtar saat diwawancarai langsung, Minggu (14/12/2025).

Ia juga menyebutkan faktor cuaca sebagai kendala teknis dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya pekerjaan saluran irigasi yang dinilai tidak maksimal jika dilakukan pada musim hujan.

Baca Juga:  Prabowo di Gorontalo Naik Maung MV3 Garuda, Segini Harga Mobilnya

“Kalau hujan, pekerjaan saluran tidak bisa maksimal. Tapi bukan berarti saya tidak serius. Kalau saya tidak bekerja sesuai aturan, itu celaka bagi saya sendiri,” tegasnya.

Muhtar memastikan anggaran sebesar Rp42 juta untuk pembangunan drainase sudah termasuk pajak dan seluruh pekerjaan tetap akan diselesaikan.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian kegiatan pembangunan desa telah rampung, sementara lainnya masih dalam proses pengerjaan.

“Untuk jamban, ada empat unit. Satu sudah hampir selesai dan yang lain sementara berjalan,” pungkasnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel