Hibata.id – Ribuan massa aksi mulai memadati kawasan Perlimaan Kota Gorontalo, Senin siang (1/9/2025).
Kehadiran mereka membuat arus lalu lintas tersendat dan sejumlah pengendara terpaksa memutar arah untuk menghindari kemacetan.
Pantauan Hibata.id di lapangan, konsentrasi massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan masyarakat membawa berbagai bendera organisasi.
Arus kendaraan dari Jalan Eks Agusalim dan Jalan Eks Andalas berjalan merayap, sementara beberapa ruas jalan dialihkan oleh petugas.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa serentak di Indonesia. Para demonstran menyoroti isu nasional dan daerah.
Mulai dari gaji serta tunjangan DPR yang dinilai terlalu besar, tata kelola pemerintahan, hingga kasus meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), yang dilindas kendaraan taktis Brigade Mobil di Jakarta.
Orasi terus bergema dari mobil komando yang diparkir di tengah jalan. Sesekali, teriakan yel-yel seperti “Revolusi” menggema dari barisan mahasiswa dan menarik perhatian masyarakat sekitar.
Aparat kepolisian tampak bersiaga di berbagai titik untuk mengatur arus kendaraan sekaligus mengawal jalannya aksi. Petugas juga mengarahkan pengendara agar tidak memasuki kawasan Perlimaan demi mengurai kepadatan lalu lintas.
Situasi hingga sore terpantau masih terkendali, meski tensi massa mulai meningkat. Sejumlah demonstran terlihat membawa ban bekas yang rencananya akan dibakar sebagai simbol protes.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung, dan arus lalu lintas di kawasan Perlimaan Kota Gorontalo padat merayap.













