Kabar

Seragam Hingga Kursi Kelas, Cerita Pungli yang Berhembus di SDN 01 Duhiadaa

×

Seragam Hingga Kursi Kelas, Cerita Pungli yang Berhembus di SDN 01 Duhiadaa

Sebarkan artikel ini
SDN 01 Duhiadaa, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato/Hibata.id
SDN 01 Duhiadaa, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Di saat sebagian siswa sibuk mengenang masa-masa sekolah dasar, sejumlah alumni SDN 01 Duhiadaa, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, justru masih menyimpan satu pertanyaan yang belum terjawab tuntas: ke mana baju kerawang dan pakaian training yang pernah mereka bayar sejak 2023?

Persoalan itu kini menjadi perbincangan di lingkungan sekolah setelah muncul keluhan terkait pengadaan seragam hingga fasilitas meja dan kursi yang disebut belum sepenuhnya tersedia.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang guru kepada media ini, Minggu (7/6/2026).

Menurut sumber tersebut, pada 2023 para siswa diminta membayar Rp180 ribu untuk pengadaan baju kerawang dan pakaian training. Namun, hingga kini sebagian siswa disebut belum menerima pakaian yang dijanjikan, meski status mereka sudah bukan lagi siswa, melainkan alumni.

“Setiap siswa diminta membayar Rp180 ribu untuk baju kerawang dan training. Sampai sekarang ada yang sudah lulus tapi belum menerima pakaian itu,” ujar sumber.

Baca Juga:  Diduga Tercemar, DPRD Siap Uji Kualitas Air Irigasi Sawah Pohuwato

Jika benar demikian, maka seragam tersebut bisa jadi menjadi salah satu pakaian sekolah dengan masa tunggu paling panjang. Saat teman-temannya sudah naik jenjang pendidikan, pakaian yang dinanti disebut masih dalam proses penyelesaian.

Tak hanya soal seragam, cerita di SDN 01 Duhiadaa juga merambah ke meja dan kursi sekolah.

Sumber tersebut mempertanyakan pengadaan 20 set meja dan kursi yang disebut bernilai Rp500 ribu per set dalam dokumen pertanggungjawaban. Menurutnya, informasi yang ia peroleh menyebut harga sebenarnya berada di angka Rp450 ribu per set.

Yang membuatnya heran, kata dia, masih terdapat siswa yang terpaksa membawa kursi sendiri dari rumah untuk digunakan saat belajar di kelas.

Baca Juga:  Kapolda Gorontalo Pecat 6 Anggota Polisi, Ini Alasan di Baliknya

“Masih ada siswa yang membawa kursi dari rumah. Bahkan sekarang sudah kelas VI. Ini yang menjadi pertanyaan karena pengadaan meja dan kursi seharusnya bisa menggunakan Dana BOS,” katanya.

Di sisi lain, Kepala SDN 01 Duhiadaa, Suriyati Hamsah, membantah adanya persoalan dalam pengadaan tersebut.

Terkait seragam kerawang dan pakaian training, Suriyati menjelaskan barang tersebut sebenarnya sudah tersedia. Namun, menurutnya, sebagian orang tua siswa tidak datang mengambil sehingga distribusinya mengalami kendala.

“Itu baju training dan kerawang sebenarnya sudah ada. Namun karena sebagian orang tua tidak datang mengambilnya, ada yang sudah membutuhkan sehingga saya berikan terlebih dahulu. Yang tersisa sekitar 20 pasang dan sementara dalam proses penyelesaian,” kata Suriyati saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Publik Bertanya, Kapolri Menjawab: Alasan di Balik Mutasi Ribuan Personel

Sementara mengenai meja dan kursi, ia memastikan seluruh pengadaan telah selesai dilaksanakan dan digunakan sebagaimana mestinya.

“Untuk meja dan kursi itu sudah ada dan sudah selesai. Harganya Rp500 ribu per set meja dan kursi, bukan Rp450 ribu,” tegasnya.

Perbedaan keterangan antara sumber dan pihak sekolah ini tentu membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari instansi terkait agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Sebab di dunia pendidikan, yang paling penting bukan hanya laporan selesai di atas kertas, tetapi juga memastikan setiap barang yang dianggarkan benar-benar sampai ke tangan siswa yang berhak menerimanya.

Apalagi untuk urusan seragam, jangan sampai siswa lebih cepat lulus sekolah daripada seragamnya tiba.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel