Hibata.id – Video yang memperlihatkan seorang warga diduga tertimbun material tanah di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) beredar di media sosial. Polisi memastikan peristiwa tersebut bukan terjadi di wilayah Mada, Kabupaten Pohuwato, melainkan di Sejoli, Provinsi Sulawesi Tengah.
Video tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook Wajir Ibrahim pada Minggu, 6 September 2026. Dalam rekaman terlihat sejumlah warga berada di sebuah kubangan dan berupaya mengevakuasi seseorang yang diduga tertimbun material tanah.
“Tertimbun orang, cuma pingsan mungkin. Dorang bilang patah kaki,” terdengar suara dalam video tersebut.
Video itu kemudian dikaitkan dengan aktivitas PETI di wilayah Mada, Kecamatan Popayato Barat. Namun, informasi tersebut dibantah Kepolisian Resor Pohuwato.
Humas Polres Pohuwato, Dersi Aqim, meneruskan hasil konfirmasi Kapolsek Popayato Barat, Ilham, yang memastikan lokasi kejadian berada di Sejoli, Sulawesi Tengah.
“Oh, itu di Sulteng, Pak Aqim. Fix itu Sulteng. Memang sering kejadian di Sejoli ini, hampir setiap hari saya dengar,” ujar Ilham dalam pesan yang diteruskan kepada Humas Polres Pohuwato.
Menurut Ilham, lokasi pertambangan tersebut dapat diakses melalui dua jalur, termasuk dari wilayah Mada. Kondisi geografis itu membuat lokasi aktivitas PETI di kedua wilayah kerap dikaitkan.
“Aksesnya untuk ke sana bisa lewat Sulteng, Sejoli, bisa juga lewat Mada, karena Mada kan langsung berdampingan dengan Sejoli,” katanya.
Ilham juga menyebut dirinya kerap berkomunikasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah desa di wilayah Sejoli terkait berbagai kejadian di kawasan pertambangan.
Sementara itu, Dersi Aqim mengatakan informasi dari personel operasi yang sebelumnya turun ke lapangan juga menunjukkan aktivitas pertambangan berada di seberang sungai dan telah masuk wilayah Sulawesi Tengah.
“Kalau kemarin dari ops yang turun memang ada. Tapi setelah ke lokasi, dorang ada di sebelah sungai dan itu sudah wilayah Sulteng. Jadi sepanjang jalan yang dorang turun memang tidak ada,” ujar Aqim.
Beredarnya video tersebut kembali menyoroti risiko aktivitas PETI di kawasan perbatasan Pohuwato dan Sulawesi Tengah. Akses antarkawasan yang saling terhubung membuat aktivitas pertambangan di wilayah tersebut kerap menjadi perhatian aparat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas warga dalam video maupun kondisi terkini korban yang diduga tertimbun.












