Rumor tentang manuver politik di Bone Bolango memang sudah lama beredar. Sejumlah isu mulai dari perdebatan anggaran hingga kegelisahan di kalangan birokrasi disebut-sebut menjadi bahan bakar yang dimanfaatkan kelompok tertentu. Kini, kata Ismet, upaya itu mengarah ke wacana pemakzulan.
“Saya tidak akan mundur hanya karena tekanan politik. Kepentingan rakyat Bone Bolango jauh lebih penting dibanding ambisi segelintir orang,” katanya.
Pernyataan itu menegaskan sikap politik Ismet: melawan. Ia memilih bertahan di tengah tekanan dan mengarahkan fokus pada pelayanan publik serta pembangunan daerah.
Jika benar ada agenda politik untuk mengguncang pemerintahan daerah, dampaknya bisa langsung terasa pada masyarakat. Ketika ASN terseret ke dalam kepentingan politik, pelayanan publik berisiko terganggu.
Ismet menyadari bahaya itu. Ia mengingatkan agar seluruh elemen pemerintahan tetap berpegang pada tanggung jawab utama: menjaga jalannya pembangunan Bone Bolango.
“Bone Bolango boleh berkompetisi, tapi jangan sampai pembangunan dan pelayanan publik dikorbankan,” ujarnya menutup pernyataan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak atau kelompok politik yang menanggapi pernyataan Ismet Mile. Namun, panggung politik Bone Bolango kini tengah terbuka lebar. Drama politik yang dimulai dengan tudingan “agenda politik jahat” ini tampaknya baru memasuki babak awal.














