HeadlineWisata

Botubarani Jadi Habitat Semi-Residen Hiu Paus di Teluk Gorontalo

×

Botubarani Jadi Habitat Semi-Residen Hiu Paus di Teluk Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Warga lokal saat memberikan mekan Hiu Paus Botubarani/Hibata.id
Warga lokal saat memberikan mekan Hiu Paus Botubarani/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, menjadi daya tarik wisata minat khusus di kawasan Teluk Tomini.

Wisatawan dapat menyaksikan langsung satwa laut berukuran besar itu dari atas perahu saat berenang di sekitar kawasan.

Aktivitas wisata di Botubarani juga berkembang melalui kegiatan snorkeling dan penyelaman.

Keberadaan hiu paus tidak hanya menarik wisatawan lokal. Pada Juni 2025 lalu, sebanyak 113 wisatawan mancanegara dari kapal pesiar Heritage Adventure mengunjungi kawasan konservasi Botubarani.

Rombongan tersebut antara lain terdiri atas ilmuwan, ahli konservasi, dan pakar biologi laut yang tertarik mempelajari hiu paus serta lingkungan perairan Gorontalo.

Bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan aktivitasnya pada laut, kehadiran wisatawan turut membuka ruang bagi pengembangan wisata berbasis masyarakat.

Namun, meningkatnya daya tarik Botubarani juga menghadirkan tantangan untuk memastikan aktivitas wisata tetap berlangsung dengan memperhatikan keberadaan hiu paus dan ekosistem laut di sekitarnya.

Baca Juga:  BI Gorontalo: PENAS XVII Jadi Momentum Promosi UMKM dan Ekonomi Syariah

Botubarani kini menjadi bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo.

Pemerintah bersama berbagai pihak melakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan wisata berjalan sesuai dengan kaidah konservasi.

Data pemantauan BPSPL Makassar yang dipublikasikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo mencatat, pada periode 2023 hingga April 2025, kemunculan hiu paus di Botubarani rata-rata mencapai 28 kali dalam sebulan.

Pemantauan tersebut menunjukkan perairan Botubarani memiliki peran dalam keberadaan hiu paus di Teluk Gorontalo.

Pada 2025, pemantauan melalui satelit juga menunjukkan dua individu hiu paus yang telah dipasangi penanda bergerak di sejumlah perairan dalam Kawasan Konservasi Teluk Gorontalo. Salah satunya tercatat cukup sering berada di kawasan Botubarani.

Daya tarik Botubarani tidak hanya berada di permukaan laut. Kondisi ekosistem bawah laut turut menjadi bagian penting dari kawasan tersebut.

Pemantauan biofisik pada Juni 2025 menemukan sejumlah kondisi habitat, antara lain karang keras jenis Porites dan Acropora, soft coral, spons, anemon, serta struktur karang besar berbentuk pinnacle.

Baca Juga:  10 Makan Murah dan Enak di Sekitar Malioboro Yogyakarta

Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kondisi ekosistem di kawasan konservasi.

Penelitian juga dilakukan untuk memahami perilaku dan pola kemunculan hiu paus.

Data penelitian menunjukkan kemunculan hiu paus di Botubarani berkaitan dengan aktivitas mencari makan di zona interaksi wisata.

Upaya memahami pergerakan hiu paus juga dilakukan melalui teknologi satellite tagging.

Pada April 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama mitra konservasi memasang penanda satelit pada dua individu hiu paus di perairan Botubarani.

Teknologi tersebut digunakan untuk mempelajari pergerakan satwa sebagai bagian dari upaya penyusunan strategi konservasi berbasis data.

DKP Provinsi Gorontalo juga melaporkan hingga 2025 terdapat lima individu hiu paus yang telah dipasangi penanda satelit oleh mitra konservasi sejak 2022.

Sementara itu, data KKP yang dipublikasikan pada Februari 2026 menyebut hingga 2025 sebanyak 61 individu hiu paus telah teridentifikasi melalui metode Photo-ID.

Baca Juga:  Jembatan Mangrove di Pantai Pohon Cinta Terbengkalai, Wisatawan Menurun

Pada tahun yang sama, tercatat 357 hari kemunculan dengan indeks stabilitas adaptasi tahunan sebesar 0,98. KKP menyebut Botubarani sebagai habitat semi-residen penting bagi hiu paus di Teluk Gorontalo.

Data tersebut menunjukkan aktivitas di Botubarani tidak hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga penelitian, keterlibatan masyarakat pesisir, serta upaya konservasi hiu paus dan ekosistem laut.

Karena itu, interaksi wisata dengan hiu paus perlu mengikuti aturan konservasi.

Pemerintah daerah bersama pengelola kawasan terus melakukan pemantauan untuk memastikan aktivitas wisata tidak mengganggu satwa maupun ekosistemnya.

Keberadaan hiu paus menjadi salah satu daya tarik utama Botubarani karena satwa tersebut dapat dijumpai di habitat alaminya.

Kondisi itu sekaligus menempatkan kelestarian perairan Teluk Tomini sebagai bagian penting dari keberlanjutan wisata di kawasan tersebut.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel