Wisata

Menyapa Hiu Paus Botubarani, Pesona Wisata Bahari Gorontalo

×

Menyapa Hiu Paus Botubarani, Pesona Wisata Bahari Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Salah satu pengalaman paling unik dan mendebarkan di Gorontalo adalah berenang bersama hiu paus di Desa Botubarani/Hibata.id
Salah satu pengalaman paling unik dan mendebarkan di Gorontalo adalah berenang bersama hiu paus di Desa Botubarani/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Perahu perlahan bergerak di atas perairan Teluk Tomini.

Dari permukaan laut, wisatawan menunggu kemunculan sosok besar yang menjadi alasan mereka datang ke Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Tak lama kemudian, hiu paus (Rhincodon typus) mulai bermunculan satu-persatu.

Tubuhnya yang berukuran raksasa bergerak tenang mengikuti perahu, seolah sudah terbiasa dengan kehadiran manusia.

Bagi wisatawan, momen itu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Mereka bukan hanya dapat melihat hiu paus dari dekat, tetapi juga berinteraksi dengan satwa tersebut dari atas perahu sambil memberikan makanan yang tersedia di lokasi wisata.

Desa Botubarani memang telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi wisata hiu paus di Gorontalo.

Perairannya yang berada di Teluk Tomini menjadi tempat kemunculan kawanan hiu paus yang kemudian menarik wisatawan dari berbagai daerah, termasuk mancanegara.

“Saat datang ke Gorontalo, kalau ingat Desa Botubarani pasti kami tidak lupa berkunjung ke wisata hiu paus,” kata Wirda, warga Sulawesi Utara, saat berinteraksi dengan hiu paus Gorontalo, Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga:  Pantai Ratu Gorontalo: Hamparan Pasir Putih dan Flamingo

Wirda mengaku pengalaman tersebut terasa berbeda karena pengunjung tidak hanya berdiri dari kejauhan untuk menyaksikan ikan raksasa itu.

Wisatawan dapat mendekat menggunakan perahu dan memberikan makanan yang bisa dibeli di lokasi.

“Pokoknya sangat asik, untuk makanan hiu kita bisa beli di lokasi wisata. Dengan makanan itu, kawanan hiu paus raksasa akan mendekat,” tuturnya.

Ada pula pemandangan lain yang membuat pengalaman di Botubarani semakin menarik. Hiu paus kerap mendekati perahu nelayan yang disewa wisatawan.

Menurut wanita yang akrab disapa Ida itu, nelayan memiliki cara tersendiri untuk menarik perhatian hiu paus. Salah satunya dengan mengetuk-ngetuk badan perahu.

“Ajaib sekali, ikan raksasa itu seperti peliharaan mereka. Nelayan itu memanggil dengan cara unik dan hiu itu akan datang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pesona Hiu Paus Botubarani Bertemu Kekuatan Media Sosial

Bukan hanya bertemu hiu paus, wisatawan juga dapat menikmati aktivitas snorkeling dan diving. Peralatan untuk aktivitas tersebut tersedia dan dapat disewa di lokasi wisata.

“Akhir pekan adalah hari yang seru bagi kita untuk bermain dengan mereka. Di sini juga disediakan alat snorkeling dan diving yang bisa disewa oleh pengunjung,” imbuhnya.

Dua ekor hiu paus terlihat

Sementara itu, salah satu tim monitoring Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango, Iman Tilahunga, mengatakan kemunculan hiu paus turut menarik wisatawan mancanegara.

Para wisatawan asing tersebut tidak hanya datang untuk menikmati wisata bahari, tetapi juga melakukan penelitian.

“Saat ini pengunjung yang paling banyak adalah bule dari berbagai negara. Mereka rela merogoh kocek mahal demi bertemu hiu paus Gorontalo,” kata Iman.

Menurut Iman, kemunculan hiu paus telah terlihat sejak Mei hingga saat itu.

Baca Juga:  4 Wisata Estetik di Gorontalo yang Cocok Buat Liburan Akhir Pekan

Namun, keberadaan satwa tersebut tidak selalu bisa dipastikan karena kawanan hiu paus terkadang menghilang dari perairan Botubarani.

“Saat ini yang terlihat ada dua ekor besar, biasanya sampai empat ekor hingga lima ekor. Memang kita harus akui, jika hiu ini sering hilang tetapi dia akan kembali dan menetap lama,” ungkapnya.

Karena kemunculan hiu paus tidak selalu berlangsung setiap waktu, wisatawan disarankan mencari informasi terlebih dahulu sebelum datang ke Botubarani.

“Jadi ketika datang ke Gorontalo, wisatawan harus mencari informasi terlebih dahulu jika saat ini kawanan hiu menampakan dirinya atau tidak, agar kita bisa bertemu mereka,” katanya.

Dengan pola seperti ini, storytelling-nya terasa sejak adegan pertama, tetapi informasi penting tetap muncul di bagian awal dan artikel tidak berubah menjadi feature yang terlalu panjang.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel