Scroll untuk baca berita
Kabar

Kritik Pengadaan Mobil Dinas Rp4,1 Miliar Pemprov Gorontalo: “Bisa Biayai 1.950 Anak Sekolah”

×

Kritik Pengadaan Mobil Dinas Rp4,1 Miliar Pemprov Gorontalo: “Bisa Biayai 1.950 Anak Sekolah”

Sebarkan artikel ini
Aktivis Perempuan dan Anak, Mega Mokoginta. Dok. Pribadi/Hibata.id
Aktivis Perempuan dan Anak, Mega Mokoginta. Dok. Pribadi/Hibata.id

Hibata.id – Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mengalokasikan anggaran Rp4,1 miliar untuk pengadaan lima mobil dinas masih menuai kritik.

Publik menilai langkah tersebut tidak mencerminkan skala prioritas, mengingat banyak anak di pedesaan dan pesisir Gorontalo masih kekurangan akses pendidikan dasar.

Berdasarkan simulasi anggaran berbasis kebutuhan siswa sekolah dasar (SD), dana Rp4,1 miliar dapat membiayai pendidikan sekitar 1.950 anak selama satu tahun.

Perhitungan mencakup seragam Rp450 ribu, sepatu dan tas Rp300 ribu, buku tulis Rp250 ribu, buku pelajaran Rp350 ribu, biaya kegiatan sekolah Rp200 ribu, transportasi Rp300 ribu, dan iuran tahunan Rp250 ribu. Total biaya per siswa mencapai Rp2,1 juta per tahun.

Baca Juga:  Potongan Mencurigakan: Dugaan Pungli Seret Nama BKKBN Gorontalo

“Dana sebesar ini bisa menjadi penyelamat masa depan ribuan anak jika dialihkan ke pendidikan. Sementara pengadaan mobil dinas hanya menguntungkan segelintir pejabat,” ujar Aktivis Perempuan dan Anak, Mega Mokoginta, di Gorontalo, Selasa (23/7/2025).

Baca Juga:  Data Tak Sinkron, 107 Ekor Sapi Pemprov Gorontalo “Hilang” dari Catatan

Mega menegaskan bahwa perdebatan ini bukan soal penolakan mobil dinas, melainkan penentuan prioritas.

“Ketika anak-anak masih kekurangan buku, seragam, hingga ongkos sekolah, justru anggaran besar dihabiskan untuk kendaraan mewah,” tambahnya.

Data Dinas Pendidikan menunjukkan tingkat partisipasi sekolah dasar di beberapa wilayah pesisir Gorontalo masih rendah.

Mega menilai jika anggaran Rp4,1 miliar dialokasikan ke sektor pendidikan setiap tahun, sekitar 10.000 anak di Gorontalo akan memperoleh akses pendidikan layak dalam lima tahun.

Baca Juga:  BRI Cabang Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Pers di Akhir Tahun

Kontroversi pengadaan mobil dinas ini memicu diskusi publik, dengan tuntutan agar Pemprov Gorontalo lebih bijak dalam penggunaan APBD.

Investasi pada pendidikan disebut sebagai langkah strategis untuk pembangunan jangka panjang dan pengentasan kemiskinan di daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel