Kabar

Dua Tokoh Penting FPMIK Dilantik sebagai Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu

×

Dua Tokoh Penting FPMIK Dilantik sebagai Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu

Sebarkan artikel ini
Dua Tokoh Penting FPMIK Dilantik sebagai Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu. Dok. Pribadi/Hibata.id
Dua Tokoh Penting FPMIK Dilantik sebagai Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu. Dok. Pribadi/Hibata.id

Hibata.id – Forum Pelajar Mahasiswa Indonesia Kotamobagu (FPMIK) patut berbangga. Dua kader terbaiknya, Hamri Mokoagow dan Syarif Rahmat Mokoginta, resmi ditunjuk sebagai Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan daya saing daerah.

Hamri Mokoagow, S.Pd., MH., dipercaya menjadi Staf Khusus Bidang Pendidikan, Budaya, dan Pengembangan SDM. Hamri bukan sosok baru di FPMIK.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua pertama FPMIK Cabang Kota Gorontalo dan dikenal sebagai figur yang peduli pada isu pendidikan, kebudayaan, serta pembinaan generasi muda.

Baca Juga:  Diduga Sering Bolos dari Sidang, Yusuf Lawani Terancam Diseret ke BK

Sementara itu, Syarif Rahmat Mokoginta, S.Pd., yang merupakan penggagas berdirinya FPMIK, mendapat amanah sebagai Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Daya Saing.

Kiprahnya dalam membina pelajar dan mahasiswa sejak awal berdirinya forum tersebut menjadi bukti dedikasi terhadap kemajuan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM di Kotamobagu.

Penunjukan kedua tokoh muda ini menegaskan bahwa aktivisme mahasiswa mampu menjadi pintu kontribusi nyata di pemerintahan. Idealisme yang dibangun di ruang-ruang kampus kini bertransformasi menjadi pengaruh dalam kebijakan publik.

Baca Juga:  Aleg NasDem Diduga Main PETI, Ketua DPRD Pohuwato Pilih Diam Saja

“Hamri Mokoagow diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan pemerintah. Tantangan seperti kualitas tenaga pendidik, infrastruktur sekolah, serta kebijakan budaya menjadi fokus yang perlu diperkuat,” kata salah satu pengurus FPMIK, Rabu (23/7/2025).

Di sisi lain, Syarif Rahmat Mokoginta membawa misi untuk mendorong pengembangan potensi lokal dan daya saing generasi muda Kotamobagu.

Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, kehadirannya menjadi peluang besar dalam menciptakan strategi penguatan kapasitas pemuda dan inovasi di berbagai sektor.

Kisah Hamri dan Syarif menjadi bukti bahwa pergerakan mahasiswa tidak hanya tentang aksi di jalanan, tetapi juga konsistensi dalam membangun gagasan serta integritas untuk kemajuan masyarakat.

Baca Juga:  Transfer Jakarta Dinilai Tak Tepat Sasaran, DPRD Bolmut Minta Infrastruktur Dipangkas

Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani berpikir kritis, terlibat aktif, dan menciptakan solusi nyata.

Wali Kota Kotamobagu juga mendapat apresiasi karena memberikan ruang bagi tokoh muda untuk berkontribusi. Kebijakan ini membuktikan bahwa regenerasi kepemimpinan dapat lahir dari pergerakan mahasiswa yang matang dalam ide maupun tindakan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel