Hibata.id – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyoroti rendahnya kualitas sanitasi dasar masyarakat saat memimpin Rapat Advokasi dan Koordinasi Layanan Posyandu di Limboto, Rabu (3/12/2025).
Dalam forum yang dihadiri kepala OPD, camat, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Gorontalo itu, ia menegaskan bahwa persoalan jamban layak masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah.
Rapat diawali dengan pengecekan kehadiran OPD sebagai bentuk penegasan disiplin pelayanan publik. Setelah itu, Bupati langsung mengarahkan perhatian pada persoalan mendasar yang dinilai sering terabaikan, yaitu akses sanitasi keluarga.
“Satu rumah bisa dihuni tiga kepala keluarga tetapi hanya memiliki satu jamban. Bahkan ada desa yang belum memiliki jamban sama sekali,” ujar Sofyan Puhi.
Kondisi tersebut menempatkan Kabupaten Gorontalo sebagai salah satu daerah dengan tingkat kepemilikan sanitasi layak yang masih rendah.
Situasi ini berpotensi memicu penyebaran penyakit berbasis lingkungan, termasuk diare dan stunting, yang selama ini menjadi perhatian utama layanan kesehatan dasar.
Bupati menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan.
Ia menilai sanitasi bukan hanya terkait pembangunan infrastruktur, tetapi merupakan indikator kunci pencapaian layanan dasar masyarakat.
“Dari aspek kesehatan dasar saja, kita harus memastikan seluruh standar layanan terpenuhi. Ini membutuhkan langkah yang terukur,” katanya.
Selain sanitasi, pemerintah daerah juga mencatat kebutuhan peningkatan rumah layak huni melalui berbagai skema bantuan, mulai dari BSPS, program perumahan Dinas Perkim, hingga dukungan Baznas.
Menurut Bupati, perluasan cakupan bantuan menjadi langkah penting agar lebih banyak keluarga dapat tinggal di rumah sehat dan aman.
Dalam rapat tersebut, Sofyan Puhi kembali menekankan pentingnya dukungan lintas sektor. Kolaborasi antara OPD, pemerintah kecamatan, hingga desa dan kelurahan dinilai krusial untuk mempercepat pemenuhan layanan dasar masyarakat.
Ia optimistis bahwa intervensi terpadu yang didukung data akurat akan mempercepat peningkatan kualitas sanitasi rumah tangga. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan kasus penyakit menular sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Jika kita bergerak bersama, progres perbaikan layanan dasar akan terlihat jelas setiap tahun,” ujarnya.













