Politik

Raja Juli Antoni Pernah Sebut Prabowo “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”

×

Raja Juli Antoni Pernah Sebut Prabowo “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”

Sebarkan artikel ini
Profil Raja Juli Antoni (Foto; Instagram / rajaantoni)/Hibata.id
Profil Raja Juli Antoni (Foto; Instagram / rajaantoni)/Hibata.id

Hibata.id – Waktu seolah bergerak cepat di panggung politik Indonesia. Hari ini, Raja Juli Antoni berdiri sebagai Menteri Kehutanan yang dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Namun perjalanan menuju posisi itu menyimpan kisah panjang—kembali mengingatkan publik pada sebuah pernyataan lantang yang pernah ia sampaikan beberapa tahun lalu.

Scroll untuk baca berita

Cerita bermula pada 2018, ketika suhu politik menuju Pilpres mulai menghangat. Kala itu, Raja Juli Antoni masih menjabat sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi–Ma’ruf Amin.

Periode itu pula, Prabowo Subianto—capres nomor urut 2—melontarkan sederet kritik tajam terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Baca Juga:  Presiden Prabowo: Purnawirawan TNI Dirikan Partai Politik sebagai Wujud Pengabdian

Pernyataan keras Prabowo bergaung lewat pidato-pidato politiknya. Ia menilai pengelolaan negara di bawah Jokowi berjalan “ugal-ugalan”.

Terutama karena sejumlah menteri dinilai kerap berbeda pendapat dalam urusan kebijakan.

Kritik itu langsung mendapat respons dari Antoni. Dengan nada tegas, ia menolak tudingan Prabowo dan menyebut capaian pemerintahan Jokowi sebagai bukti bahwa negara tidak berjalan serampangan.

“Mana mungkin Pak Jokowi memimpin dengan ugal-ugalan sehingga angka kemiskinan turun, pengangguran menurun dan kesenjangan kaya miskin merapat angkanya,” ujar Antoni saat dihubungi, Rabu (17/10/2018) silam.

Baca Juga:  PAN Gorontalo Salurkan 2.700 Paket Pangan untuk Warga Bone Bolango di HUT ke-27

Tetapi respons Antoni tidak berhenti di situ. Ia bahkan menantang balik Prabowo untuk menunjukkan program konkret, bukan sekadar kritik.

Bagi Antoni, saat itu ia belum melihat adanya tawaran solusi nyata yang bisa menjadi pembanding.

Ia berkata tegas, “Kita tunggu Pak Prabowo menawarkan alternatif kebijakan, bertanding program dengan Pak Jokowi bukan retorika kosong tidak berisi, tong kosong nyaring bunyinya.” dilansir media gelora.co

Tangkapan layar media Gelora.co
Tangkapan layar media Gelora.co

Kata-kata itu kemudian banyak dikutip publik dan menjadi bagian dari dinamika politik kala itu. Padahal beberapa hari sebelumnya, Prabowo sendiri menulis pandangannya di akun Facebook dalam tulisan berjudul Make Indonesia Great Again.

Baca Juga:  Tim Sukses Alami Depresi Berat hingga Serangan Fajar Ditarik Lagi

Dalam tulisan tersebut, ia mengkritik apa yang ia sebut sebagai “riuhnya kabinet” dan menilai pemerintah gagal menjaga konsistensi dalam mengelola negara.

Kini, bertahun-tahun setelah pernyataan itu, situasi berubah total. Tokoh yang dulu menantang Prabowo kini justru menjadi bagian dari kabinetnya. Politik, seperti biasa, menunjukkan satu hal: tak ada kepastian selain perubahan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel