Hibata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pohuwato kembali menjadi perhatian setelah beredar video yang menampilkan isi paket makanan bagi siswa.
Paket tersebut dinilai sederhana dan memicu beragam tanggapan di media sosial.
Dalam video yang beredar, Kepala Desa Suka Makmur, Badrun Iyone, menunjukkan isi kantong MBG yang dibagikan kepada siswa.
Paket itu berisi satu bungkus roti, tiga butir kurma, satu telur rebus, dan satu buah pisang matang. Paket tersebut diduga dibagikan di wilayah Patilanggio, Kabupaten Pohuwato.
Unggahan tersebut langsung memunculkan berbagai komentar dari warganet. Salah satunya disampaikan Jufrin Albahri yang menulis, “Maa sambe BungGili (MBG) Makanan Bosadiki Guys (MBG),” sebagai bentuk respons atas isi paket yang diterima siswa.
Penjelasan Koordinator Wilayah
Menanggapi polemik tersebut, Koordinator Wilayah MBG Pohuwato, Erik Sigit Bangga, memastikan pelaksanaan program telah mengikuti petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
Erik menjelaskan total anggaran MBG sebesar Rp15.000 per porsi telah dibagi sesuai ketentuan.
“Untuk bahan baku dialokasikan Rp8.000 dan Rp10.000. Rp3.000 digunakan untuk operasional seperti listrik, Wi-Fi, dan gaji relawan. Kemudian Rp2.000 untuk insentif serta fasilitas dapur. Jadi total Rp15.000 per porsi sudah terbagi sesuai aturan,” ujarnya.
Ia merinci, siswa PAUD hingga kelas 3 SD menerima alokasi bahan baku sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara siswa kelas 4 SD hingga SMA mendapatkan alokasi Rp10.000 per porsi.
Erik menegaskan pihaknya melibatkan tenaga profesional dalam penyusunan menu. Tim tersebut terdiri dari ahli gizi, kepala SPPG, dan akuntan untuk memastikan program berjalan sesuai standar.
“Kami memenuhi 30 persen Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian atau setara satu kali makan. Karena dalam sehari anak makan tiga kali, program ini menanggung satu kali kebutuhan makan,” katanya.
Menurut dia, komposisi menu telah dihitung agar tetap memenuhi unsur gizi dasar.
Perubahan Menu Saat Ramadhan
Erik juga menjelaskan perbedaan menu sebelum dan selama Ramadhan. Sebelum Ramadhan, dapur MBG menyiapkan makanan lengkap seperti nasi, sayur, dan lauk pauk.
Namun selama Ramadhan, tim mengubah menu menjadi lebih ringan agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Selama Ramadhan kami siapkan menu seperti takjil, ada kurma, telur rebus, roti, dan buah. Karbohidrat berasal dari roti, protein dari telur, serta gula alami dari kurma. Semua sudah dihitung oleh ahli gizi,” jelasnya.
Ia memastikan tidak ada perubahan anggaran selama Ramadhan.
“Sama saja,” kata Erik menegaskan.
Polemik terkait menu MBG di Pohuwato menunjukkan pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat.
Pemerintah daerah bersama pelaksana program menyatakan siap melakukan evaluasi berkala agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
Program MBG merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.















