Hibata.id – Unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa 30 persen dana haji akan dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) beredar luas dan memicu perbincangan publik.
Akun bernama Muhammad Cahaya Kesuma mengunggah klaim tersebut pada Jumat (20/2/2026). Hingga Jumat (27/2/2026), unggahan itu telah memperoleh 14 tanda suka, 23 komentar, dan 9 kali dibagikan.
Dalam narasi yang beredar, tertulis:
“Dana HAJI 30% akan Dialokasikan ke sumber dana MBG, agar program terus BERJALAN.”
Narasi tersebut menyatakan bahwa sebagian dana haji akan dicairkan dan digunakan untuk mendanai program MBG.
Penelusuran Fakta
Tim pemeriksa fakta TurnBackHoax melakukan penelusuran dengan menggunakan sejumlah kata kunci, antara lain “30 persen dana haji untuk MBG” dan “alokasi dana MBG 2026”.
Hasil pencarian tidak menemukan dokumen resmi, pernyataan pemerintah, maupun regulasi yang menyebutkan adanya pengalihan 30 persen dana haji untuk program MBG.
Penelusuran juga mencakup pemberitaan media nasional serta dokumen anggaran negara tahun 2026.
Sumber Anggaran MBG 2026
Berdasarkan data anggaran yang dipublikasikan dalam laporan APBN 2026, program Makan Bergizi Gratis bersumber dari sejumlah pos belanja negara, bukan dari dana haji.
Rincian alokasi anggaran MBG 2026 antara lain:
Rp223 triliun dari sektor pendidikan (sekitar 83,4 persen)
Rp24,7 triliun dari sektor kesehatan (sekitar 9,2 persen)
Rp19,7 triliun dari sektor ekonomi (sekitar 7,4 persen)
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan program MBG bagi jutaan peserta didik dan kelompok prioritas lainnya.
Data ini menunjukkan bahwa pendanaan program MBG berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Klaim yang menyebutkan 30 persen dana haji dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis tidak didukung informasi resmi.
Hingga saat ini, tidak terdapat kebijakan atau regulasi pemerintah yang menyatakan adanya pengalihan dana haji untuk mendanai MBG. Program tersebut didanai melalui pos anggaran APBN 2026 yang telah ditetapkan.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa informasi melalui sumber resmi sebelum membagikannya di media sosial.















