Scroll untuk baca berita
Internasional

Simbol Syiah dan Ketegangan Iran-Israel: Arti Bendera Merah di Masjid Jamkaran

×

Simbol Syiah dan Ketegangan Iran-Israel: Arti Bendera Merah di Masjid Jamkaran

Sebarkan artikel ini
Bendera merah berkibar di atas Masjid Jamkaran, Qom, Iran, setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei/Hibata.id
Bendera merah berkibar di atas Masjid Jamkaran, Qom, Iran, setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei/Hibata.id

Hibata.id – Bendera merah berkibar di atas Masjid Jamkaran, Qom, Iran, setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Simbol tersebut segera menjadi sorotan publik internasional karena dinilai sarat makna religius dan politik.

Scroll untuk baca berita

Pengibaran bendera itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan Barat dan Israel. Selain Khamenei, sejumlah pejabat militer senior, termasuk komandan Garda Revolusi Iran, dilaporkan turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Masjid Jamkaran di kota suci Qom merupakan salah satu pusat ziarah penting bagi umat Syiah. Setiap simbol yang muncul di lokasi tersebut kerap memiliki pesan kuat, baik secara spiritual maupun geopolitik.

Baca Juga:  Khamenei dan 7 Pejabat Tinggi Iran Tewas dalam Serangan AS–Israel

Makna bendera merah dalam tradisi Syiah

Dalam tradisi Syiah, warna merah melambangkan darah syuhada atau martir yang gugur secara tidak adil. Simbol ini merujuk pada peristiwa Karbala pada abad ke-7, ketika Imam Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, wafat dalam pertempuran yang kemudian diperingati setiap tahun pada bulan Muharram.

Bendera merah yang dikibarkan di situs keagamaan Syiah biasanya memuat seruan “Ya la-tsarat al-Husayn”, yang berarti seruan untuk menuntut keadilan atas darah Husain. Kalimat tersebut memiliki makna historis dan spiritual yang kuat dalam keyakinan Syiah.

Sejumlah pengamat Timur Tengah menilai, pengibaran bendera merah tidak serta-merta menjadi pernyataan perang. Namun, simbol itu menunjukkan duka mendalam sekaligus penegasan sikap bahwa darah tokoh yang dianggap martir harus memperoleh keadilan.

Baca Juga:  Militer Israel Klaim Tewaskan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar

Pernah muncul dalam peristiwa besar

Iran sebelumnya juga mengibarkan bendera merah di Masjid Jamkaran setelah peristiwa besar yang menewaskan tokoh penting. Simbol tersebut muncul antara lain setelah kematian Jenderal Qasem Soleimani pada 2020.

Langkah serupa kerap dipahami sebagai bentuk peringatan kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab sekaligus sinyal bahwa pemerintah Iran mempertimbangkan respons strategis.

Pengibaran bendera merah usai kematian Khamenei memicu perhatian luas di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara memantau situasi dengan cermat karena khawatir ketegangan dapat meluas.

Hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel selama ini diwarnai rivalitas tajam. Jika Teheran mengambil langkah balasan, dampaknya berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk jalur perdagangan energi global.

Baca Juga:  Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Batalkan Deklarasi Darurat Militer

Analis hubungan internasional menilai, simbol keagamaan dalam konteks politik Iran sering kali membawa pesan berlapis. Selain menyampaikan solidaritas internal, simbol tersebut juga menjadi komunikasi strategis kepada komunitas global.

Pengibaran bendera merah di Masjid Jamkaran setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei mencerminkan perpaduan antara simbol religius dan dinamika politik modern Iran.

Tindakan tersebut tidak hanya bermakna spiritual bagi komunitas Syiah, tetapi juga memiliki implikasi strategis yang dapat memengaruhi peta konflik Timur Tengah ke depan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel