Kabar

Harga Emas Dunia Anjlok 10 Persen Sepekan, Terburuk Sejak 1983

×

Harga Emas Dunia Anjlok 10 Persen Sepekan, Terburuk Sejak 1983

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Pegadaian/Hibata.id
Harga Emas Pegadaian/Hibata.id

Hibata.id – Harga emas dunia mengalami tekanan besar dan mencatatkan penurunan paling dalam dalam lebih dari empat dekade terakhir, dipicu kombinasi faktor ekonomi global dan ketegangan geopolitik.

Pada perdagangan Jumat (20/3/2026), harga emas ditutup di level US$4.494,02 per troy ons atau melemah 3,32 persen. Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung selama delapan hari berturut-turut.

Secara kumulatif, harga emas telah terkoreksi lebih dari 13 persen dalam periode tersebut. Dalam sepekan terakhir saja, pelemahan mencapai sekitar 10 persen, menjadikannya penurunan mingguan terbesar sejak 1983.

Baca Juga:  Festival HACF 2025, UMKM Go Digital hingga Karawo Jadi Idola Global

Tekanan terhadap emas muncul seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi global. Kondisi ini mendorong kekhawatiran terhadap inflasi yang lebih tinggi dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Di sisi lain, indeks dolar AS menguat mendekati level 100, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke kisaran tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga menekan permintaan. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan daya tarik instrumen berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga:  Tips Kelola Uang THR Agar Tidak Habis Seketika

Pelaku pasar juga menilai bank sentral Amerika Serikat masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Kondisi tersebut memperkuat arus dana ke aset yang memberikan imbal hasil, sekaligus menekan posisi emas sebagai instrumen lindung nilai dalam jangka pendek.

Selain faktor fundamental, aksi ambil untung turut mempercepat penurunan harga emas. Setelah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan dan menyeimbangkan portofolio.

Baca Juga:  Apa Itu Yahudi Haredi?

Meski demikian, sejumlah analis menilai emas tetap memiliki peran strategis dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian global, tekanan inflasi, dan dinamika geopolitik.

Pergerakan harga emas ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga global, kekuatan dolar AS, serta perkembangan konflik internasional yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel