Kabar

Panas Terik di Gorontalo saat ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

×

Panas Terik di Gorontalo saat ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
BMKG Sebut Cuaca Panas Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Awal November/Hibata.id
BMKG Sebut Cuaca Panas Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Awal November/Hibata.id

Hibata.id – Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Gorontalo, mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah perayaan Idul Fitri 2026.

“Semenjak lebaran kemarin, panasnya minta ampun. Seperti satu orang punya satu matahari,” kata Ani, warga Kota Gorontalo.

Scroll untuk baca berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membenarkan bahwa kondisi cuaca panas tersebut bukan sekadar persepsi masyarakat, melainkan dipengaruhi oleh faktor alam.

BMKG menjelaskan fenomena ini dipicu oleh gerak semu tahunan Matahari, yakni posisi Matahari yang secara visual bergerak dari belahan Bumi selatan menuju utara.

Baca Juga:  Cicilan Ringan Mulai Ratusan Ribu, Ini Detail KUR BRI 2026

Pada periode 21 hingga 23 Maret 2026, Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Apalagi Provinsi Gorontalo tepat berada di garis khatulistiwa.

Kondisi ini menyebabkan intensitas radiasi sinar Matahari yang diterima permukaan bumi menjadi maksimal.

“Posisi Matahari yang hampir tegak lurus di atas wilayah Indonesia membuat paparan panas terasa lebih kuat,” demikian penjelasan BMKG melalui kanal resminya.

Selain faktor astronomi, BMKG juga mencatat kondisi meteorologi turut memperkuat efek panas, seperti berkurangnya tutupan awan yang menyebabkan radiasi Matahari langsung mencapai permukaan.

Baca Juga:  Diduga Aniaya Warga, Bupati Gorontalo Didesak Copot Kades Buhu

Di sisi lain, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau.

BMKG mencatat sekitar 325 Zona Musim atau 46,5 persen wilayah diperkirakan memasuki musim kemarau lebih awal, sementara 173 zona lainnya berada dalam pola normal.

Kombinasi faktor tersebut menyebabkan suhu udara terasa lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas.

Baca Juga:  Plt Direktur RS Aloei Saboe Bantah Tudingan soal Dokter Mafia

Masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi, serta menggunakan pelindung kulit seperti tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, penggunaan pakaian berbahan ringan seperti katun juga dianjurkan agar tubuh tetap nyaman.

BMKG juga menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari guna menghindari paparan panas berlebih.

Fenomena ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan seiring perubahan musim di wilayah Indonesia.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel