Hibata.id, Gorontalo – Saat banyak warga sibuk mengatur pengeluaran, menunda beli sesuatu, bahkan berpikir dua kali sebelum checkout keranjang belanja, Pemerintah Provinsi Gorontalo justru menyiapkan anggaran Rp158,4 juta
Bukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan untuk sewa tanaman hias. Ya, tanaman. Yang hijau, cantik, biasanya diam di pojok ruangan.
Data tersebut tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).
Paket itu tercatat dengan nama Pengadaan Sewa Tanaman Hias, berada di bawah pengelolaan Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo.
Paket dengan kode RUP 63709634 itu diumumkan pada 9 Februari 2026.
Metode pengadaannya pengadaan langsung, dengan sumber anggaran dari APBD Provinsi Gorontalo, dan masa pelaksanaan selama satu tahun penuh.
Dalam dokumen perencanaan, pengadaan itu disebut untuk kebutuhan tanaman hias di lingkungan Rumah Tangga Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo.
Kalau dihitung sekilas, anggaran Rp158,4 juta untuk tanaman tentu membuat banyak orang spontan menegakkan posisi duduk.
Bukan karena alergi serbuk bunga, tapi karena muncul pertanyaan sederhana: tanamannya sebanyak apa?
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, angka tersebut langsung mengundang perhatian publik.
Warga menilai pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka alasan dan rincian kebutuhan pengadaan tersebut.
“Kalau untuk tanaman hias sampai ratusan juta ada anggaran. Kadang masyarakat usul kebutuhan lain malah dibilang anggarannya terbatas,” kata warga Kota Gorontalo sambil tertawa kecil, meski nadanya tetap serius.
Warga lain bahkan sempat berseloroh, “Ini bunganya yang disewa atau sama tukang siramnya juga?” katanya.
Meski demikian, publik pada dasarnya hanya ingin penjelasan yang masuk akal.
Sebab di saat yang sama, masih banyak kebutuhan yang dirasakan langsung masyarakat, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, hingga program penguatan ekonomi warga.
Kepala Biro Umum Pemprov Gorontalo, Amir Hadju, saat dikonfirmasi pada Selasa (12/05/2026), membenarkan adanya pengadaan tersebut.
“Iya betul, itu anggaran selama setahun,” ujar Amir singkat.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi soal jumlah tanaman yang akan disewa, jenisnya, lokasi penempatan, hingga dasar perhitungan nilai anggaran tersebut.
Karena kalau publik sudah mulai bertanya jumlah pot satu per satu, biasanya itu tandanya mereka benar-benar penasaran.











