Kabar

Cabai di Pohuwato Sempat Rp180 Ribu, Kini Masih Bertahan Rp150 Ribu per Kg

×

Cabai di Pohuwato Sempat Rp180 Ribu, Kini Masih Bertahan Rp150 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini
Harga pangan terutama Cabai Rawit Gorontalo Turun/Hibata.id
Harga pangan terutama Cabai Rawit Samia Gorontalo naik. (Foto/Hibata.id)

Hibata.id – Suasana Pasar Tradisional Marisa sempat berubah tegang saat momen Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bukan karena antrean panjang atau lonjakan pembeli, melainkan harga cabai rawit yang tiba-tiba melonjak tajam.

Scroll untuk baca berita

Dalam hitungan hari, harga rica—sebutan lokal untuk cabai—menyentuh angka Rp180 ribu per kilogram.

Angka yang cukup membuat banyak warga mengernyit, bahkan memilih mengurangi belanja.

Di tengah kegelisahan itu, aktivitas pasar tetap berjalan. Pedagang dan pembeli saling bertanya, apa yang sebenarnya terjadi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Pohuwato, Ibrahim Kiraman, kemudian memberi penjelasan.

Baca Juga:  Warga Popayato Keluhkan Krisis Air Bersih Akibat PETI

“Memang sempat naik hingga Rp180 ribu, tapi itu terjadi karena stok di pasar berkurang. Banyak petani tidak melakukan panen selama hari-hari Lebaran,” ungkapnya.

Menurut Ibrahim, lonjakan harga bukan disebabkan faktor jangka panjang, melainkan situasi musiman yang terjadi setiap Lebaran.

Selama beberapa hari, tepatnya sejak Jumat hingga Minggu, para petani memilih meninggalkan kebun dan merayakan hari raya bersama keluarga. Akibatnya, distribusi cabai ke pasar terhenti.

Tanpa pasokan baru, harga pun langsung merespons. Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama.

Baca Juga:  Polda Gorontalo Perketat Pengawasan Tambang Emas Tanpa Izin di Pohuwato

Seiring berakhirnya libur Lebaran, para petani kembali ke kebun. Aktivitas panen mulai berjalan, dan cabai kembali mengalir ke pasar.

Perubahan itu langsung terasa.

“Hari ini harga sudah mulai turun. Ada yang di Rp120 ribu, bahkan sudah di kisaran Rp90 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram,” jelas Ibrahim.

Di beberapa lapak, pedagang mulai kembali tersenyum. Pembeli pun perlahan kembali normal, tidak lagi ragu mengambil cabai dalam jumlah lebih banyak. Meski begitu, saat  ini masih ada pedagang yang menjual dengan harga Rp150 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Dua Tokoh Penting FPMIK Dilantik sebagai Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu

Pemerintah daerah pun meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi fluktuasi harga seperti ini.

“Kami jamin harga cabai akan kembali stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan akan semakin banyak dalam beberapa hari ke depan,” tegasnya.

Dengan distribusi yang kembali lancar dan aktivitas panen yang meningkat, harga cabai di Pohuwato diperkirakan segera kembali ke titik normal.

Apa yang sempat terasa “pedas” bagi kantong warga, kini mulai mereda—seiring kehidupan yang kembali berjalan seperti biasa usai Lebaran.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel