Hibata.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Buton Tengah terus mendorong transformasi daerah menuju konsep “Kota Santri” hingga tingkat kecamatan.
Upaya tersebut ditegaskan dalam kegiatan silaturahmi TP-PKK Kabupaten Buton Tengah bersama organisasi kemasyarakatan yang berlangsung di Kecamatan Gu, Kamis (9/4) malam.
Ketua TP-PKK Kabupaten Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Staf Ahli TP-PKK Kartini Adam Basan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang sebelumnya digelar di Rumah Jabatan Bupati pada 8 April 2026 dan akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan.
Umi Noranah menyampaikan apresiasi atas soliditas pengurus PKK, majelis taklim, serta organisasi keagamaan di Kecamatan Gu dalam mendukung pembangunan berbasis nilai religius.
“Ibu menjadi madrasah pertama bagi anak. Peran perempuan dalam keluarga sangat menentukan dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak. Penguatan nilai agama di rumah tangga menjadi fondasi utama untuk mewujudkan Buton Tengah sebagai daerah religius,” kata Umi Noranah.

Ia menegaskan, keterlibatan aktif perempuan dalam keluarga dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang beriman dan berkarakter.
Pada kesempatan itu, Ustadz Dr. Maulana La Eda, Lc., M.A., hadir sebagai narasumber dan menyampaikan tausiyah bertema penguatan nilai Islam dalam keluarga.
Ia menjelaskan, ketahanan sosial suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas pembinaan iman dalam keluarga. Orang tua, menurut dia, harus mampu menjadi teladan bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Lingkungan keluarga menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan global, termasuk dampak perkembangan teknologi. Penguatan nilai spiritual harus dimulai dari rumah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan itu camat dan jajaran lurah se-Kecamatan Gu, pimpinan pondok pesantren, pengurus PKK tingkat kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat.
Partisipasi lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis berbasis nilai keagamaan.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Maulana La Eda.
Momentum ini menjadi penguat komitmen masyarakat Kecamatan Gu dalam mendukung terwujudnya Buton Tengah sebagai daerah religius, harmonis, dan berdaya saing.













